Senin, 07 September 2015

TNI Pun Juga Tidak Percaya Sama Janji Jokowi, Ini Buktinya..



“Yang paling penting adalah peningkatan kesejahteraan prajurit di Polri dan TNI,” ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi dalam acara yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (3/6/2014), dilansir laman Tribunnews.
Namun, Jokowi mengatakan menyejahterakan anggota TNI dan Polri tidak begitu saja bisa dilakukan. Hal itu tentu memerlukan anggaran. Apabila pertumbuhan perekonomian mencapai 7 persen, tentu anggaran di tubuh TNI dan Polri bisa dinaikkan sampai 1,5 persen.
“Dengan catatan ekonomi kita tumbuh 7 persen. Anggaran itu untuk kesejahteraan prajurit TNI, dan membangun industri ketahanan,” ucap Jokowi, masih dari sumber Tribunnews.
Itulah janji Jokowi kepada TNI dan Polri ketika itu. Sebagaimana di ketahui bahwa ada banyak janji yang di ucapkan oleh Jokowi ketika kampanye.
Nah, banyak kalangan yang menilai bahwa personil TNI masih jauh dari hidup layak, maka perhatian untuk mensejahterakan TNI pun menjadi isu yang penting pada masa kampanye Pilpres 2014, bukan hanya Jokowi, Prabowo pun ikut berjanji akan hal itu. Dan semua itu wajar.
Kejadian aneh pun terjadi, seperti dilansir laman Detik, Kamis, 18/09/2014, bahwa Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengangkat Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir MBA sebagai penasihat. Konglomerat dan bos Bank Mayapada itu menjadi penasihat untuk membantu mengurusi kesejahteraan prajurit TNI.
Upacara pengangkatan Tahir sebagai Penasehat Panglima TNI Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Prajurit itu dilakukan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (18/9/2014) pagi. Moeldoko dan para petinggi TNI hadir di lokasi.
“Saya mengucapkan selamat kepada Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir MBA atas pengangkatannya selaku Penasihat Panglima TNI Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Prajurit,” kata Moeldoko dalam pidatonya.
Kata Moeldoko, Tahir selama ini telah banyak memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan prajurit TNI. Bahkan Tahir akan memberikan bantuan 1.000 unit rumah untuk prajurit di Jakarta.
Sikap TNI itu, ternyata menuai kritikan dari berbagai pihak. Bahkan ada yang menilai TNI sudah melanggar Undang-Undang.
Pengamat militer dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jaleswari Pramodawardhani menyayangkan pengangkatan Bos Mayapada itu sebagai penasihat Panglima TNI dalam urusan kesejahteraan.
“Ini bertentangan dengan Undang-undang TNI dan Undang-undang Pertahanan, yang mengatakan satu-satunya sumber anggaran TNI dari APBN,” kata pengamat yang biasa disapa Dhani ini saat berbincang dengan detikcom, Jumat (19/9/2014) di Jakarta.
Apalagi salah satu alasan pengangkatan adalah, Tahir akan membangun 1.000 rumah untuk prajurit TNI. Bila diteruskan ini akan berimplikasi terhadap ketergantungan dan loyalitas TNI. “Yang seharusnya merujuk pada kesetiaan dan tunduk pada otoritas negara dan sipil yang berdaulat,” kata Dhani.
Keamanan menurut dia adalah public goods bukan private goods. “Jangan sampai minimnya kesejahteraan prajurit dipakai sebagai pembenaran untuk menerima anggaran yang sumbernya dari non APBN,” papar Dhani.
Terlepas dari pro dan kontra respon publik atas kebijakan TNI yang mengangkat Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir MBA selaku Penasihat Panglima TNI Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Prajurit, ada pesan tersembunyi yang terkuak, apakah itu? Kejadian ini menandakan bahwa TNI pun juga tidak Kabar dan Gambar Jokowi terkait dengan hidungnya yang mancung karena suka berbohongpercaya dengan janji Jokowi, betulkah? Ya itulah buktinya.
Jika saja TNI yakin dengan janji Jokowi, maka tidak perlu rasanya Panglima TNI khawatir dengan nasib prajurit TNI kedepan. Tentunya TNI akan terus bekerja untuk menjaga keutuhan NKRI sampai mati. Menjaga batas wilayah yang terancam di ambil negara lain, menjaga Indonesia dari ancaman komunis, memberikan rasa aman kepada rakyat, dan sebagainya sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) TNI yang di atur Undang-undang.
Namun karena TNI juga tidak percaya dengan janji Jokowi-lah keputusan kontroversial TNI terjadi. Dan Jokowi-kan memang sudah terkenal sebagai penipu ulung, sang pendusta, pandai bersilat lidah, pembohong, jadi wajar donk kalau TNI juga tidak percaya. Jangan salahkan TNI saja, namun publik juga harus salahkan Jokowi yang suka ingkar janji.
Anehnya (lagi), sudah ketahuan sebagai pendusta, dalam beberapa kesempatan Jokowi masih bisa berkilah dan tertawa… Astaghfirullah

Membongkar kedok Jokowi

alah satu hal yang paling menggelikan adalah pengakuan bahwa Jokowi sering berkontak batin dengan Nyi Roro KIBUL , dan sudah mendapat restu dari Nyi Roro KIBUL untuk menjadi Presiden 2014.
Namun hal yang lucu tapi menyesatkan ini akan kami bahas nanti, dan kali ini, kita sebagai orang yang berwawasan luas akan membahas apa yang nampak di depan kita.

Mengapa Media Massa terutama TV milik orang kafir secara gegap gempita mencitrakan Joko Widodo? Tapi tidak pernah sedikitpun mengulas tentang Oey Hong Liong?

Oey Hong Liong, siapa yang kenal Oey Hong Liong? China solo ini memang selalu ditutup-tutupi media massa. Dia tidak lain adalah ayah kandung Joko Widodo!



Ternyata mantan walikota Solo ini selain keturunan china, ternyata yang lebih parah adalah menjadi antek China. Jokowi bersahabat akrab dengan para Hoakiau (China Perantauan di Asia Tenggara)

Bahkan dana kampanye Gubernur DKI terakhir juga didanai dari para Hoakiau yang mayoritas adalah para Konglomerat hitam tersebut.

Tahukah anda, bahwa menjelang Pilgub DKI lalu ada ratusan anak muda tiap hari bekerja di sebuah gedung di kawasan TB Simatupang? Lantas, apa kerja mereka?

Mereka tergabung dalam Jokowi-Ahok Social Media Volunteers (JASMEV) atau yang dalam bahasa kita berarti Relawan Sosial Media untuk Jokowi-Ahok, dengan koordinatornya adalah Kartika Djumadi. Operasi mereka di dunia maya, melalui status dan komentar di facebook, twitter, dan kolom-kolom komentar berbagai media daring.

Media massa milik orang china dan kafir, baik berupa TV, radio, media cetak, apalagi daring (online) secara gila-gilaan setiap hari bahkan setiap detik memberitakan kiprah Jokowi.

Banyak media daring terkemuka seperti detik.com, kompas.com, dan lainnya, dalam setiap harinya menurunkan puluhan berita aktivitas Jokowi dan pernyataan-pernyataannya yang ""Lugu"" dan ""Sederhana"" itu.

Jika ada pernyataan tokoh yang mengkritik, serta mereka akan bereaksi. sebut saja mantan Ketua Umum Muhammadiyah Amin Rais yang habis dibully setelah berkomentar negatif tentang Jokowi. Bagi mereka Jokowi pantang dikritik demi target mereka hingga Jokowi menjadi RI-1
Dan ada satu lagi Konglomerat China Kafir, James T Riyadi pemilik Lippo Group yang aktif dalam program KRISTENISASI, mendirikan 1000 sekolah Kristen sebagai praktik terselubung KRISTENISASI melalui bangku pendidikan. Salah satu contoh korban kristenisasi melalui sekolah kristen ini adalah PAULUS CAHYONO, pelawak yang dikenal dengan sebutan: CAHYONO, namun Alhamdulillah beliau tersadar dan kembali pada fitrah Islam.


Adapun konglomerat china kafir pemilik Lippo group pendiri 1000 sekolah kristen ini adalah James Riyadi, yang juga pemilik koran Suara Pembaharuan, masih tetap terus berusaha menunjukkan dirinya tetap eksis dengan ide Awie (Jokowi) sebagai Presiden 2014.

Dari release yang dikeluarkan oleh Department of Justice, Amerika pada 2011 menyebutkan bahwa James Riady, bos Lippo group bersalah menurut hukum Pemilu federal di Amerika atas tuduhan kejahatan konspirasi yaitu penggunaan dana asing secara ilegal pada kampanye pemilu presiden di Amerika dan diharuskan membayar denda sebesar US$ 8,6 juta karena ulahnya, ini merupakan denda terbesar dalam sejarah pelanggaran hukum pemilu federal di Amerika Serikat (sumber:http://www.justice.gov/opa/pr/2001/January/017crm.htm).

Sebagai ‘penumpang gelap’ pada pilkada DKI lalu, James Riady bergerak sebagai salah satu koordinator dana para pengusaha hitam untuk kampanye Jokowi-Ahok melalui pencitraan di media-media.




Jika melihat kepentingan politik PDIP pada pemilu mendatang, nama Jokowi mulai ‘dimanfaatkan’ oleh sebagian kader partai demi meraih simpati rakyat itu sah-sah saja. Namun rakyat harus sadar dan melihat bahwa akibat yang akan di timbulkan jika Jokowi maju menjadi capres adalah, Indonesia akan memiliki pemimpin yang dikendalikan oleh para konglomerat hitam.

Namun para pendukung pencapresan Jokowi sepertinya sudah tidak peduli dengan kenyataan bahwa Jokowi adalah boneka kelompok konglomerat hitam, kritik yang di tujukan kepada Jokowi akan dibantah oleh para pendukungnya, ini menimbulkan kesan bahwa Jokowi terlalu suci untuk di kritik.


Dan, donatur utama mereka, Gerombolan Cina Kristen Hoakiau ini sangat berbahaya. Setelah mereka menguasai 70% perekonomian nasional dan sejumlah TV Swasta terkemuka, kini giliran mereka ingin menguasai negara melalui PINTU BEBERAPA PARTAI POLITIK.

Tak heran jika TV terkemuka milik China Kafir ini habis-habisan mencitrakan Jokowi agar Jokowi yang 100% China ini menjadi RI-1. Jika hal ini sampai terjadi, maka tidak menutup kemungkinan di masa depan Presiden NKRI berasal dari keturunan China Kristen dan NKRI menjelma menjadi SINGAPURA KE DUA, dimana meski mayoritas Indonesia adalah 88% Muslim tapi pemerintahan dan kebijaksanaanya dikuasai oleh K A F I R.

Maka dari itulah para konglomerat China Kafir Hoakiau ini sangat benci sekali pada KPK, karena dengan adanya KPK maka langkah mereka sedikit terhambat, tidak bisa ""MELOBY"" dan ""MELICINKAN"" gerak mereka menyuap pemerintah untuk keuntungan dan bahkan merampok uang rakyat.

Kita ambil contoh saja banyak sekali china kafir Hoakiau ini merampok dana BLBI yang totalnya mencapai 560 Trilyun !!! Sehingga utang pokok dan bunga 80 Trilyun ini DIBAYAR OLEH RAKYAT, MEMAKAI UANG RAKYAT MELALUI APBN sampai 2032

Dan sebagian kecil yang sangat kecil dari rampokan itu digunakan untuk mengatur & mengendalikan NKRI

Contoh: US$.25 Juta digelontorkan untuk bantuan tahap awal kepada Calon Pemimpin Keturunan China yaitu Jokowi-Ahok dalam PilGub DKI

Dan setelah itu bantuan tahap ke dua sebesar US$.20 Juta untuk menjaga popularitas Jokowi-Ahok dengan bekerja sama dengan Media Massa yang notabene adalah mayoritas milik China Kafir juga

Mengapa para Konglomerat Hitam Hoakiau ini masih peduli & ikut campur siapa yang menjadi penguasa RI?

1. Karena Mereka ingin kembali kemari untuk merampok lagi
2. Indonesia merupakan surga bagi para perampok berkedok bisnisman & konglomerat hitam
3. Kekayaan alam, pasar yang luar biasa besar, 270Juta Penduduk
4. Lemahnya penegakan hukum, pejabat yang mayoritas dapat disuap adalah merupakan kombinasi yang indah untuk "MERAMPOK UANG RAKYAT"

Salah satu bukti kebencian 25 Buron BLBI Hoakiau Kafir kepada KPK adalah KPK mulai mengambil alih kasus BLBI yang sudah "DIHENTIKAN" selama 10 tahun lebih ini. Dan KPK memulai dengan memanggil Kwik Kian Gie

Jika diperhatikan, banyak sekali sekarang caleg berbagai partai berlandaskan demokrasi yang mengusung China Kristen Kafir menjadi caleg mereka, JIKA ANDA MENCOBLOS MEREKA, MAKA INI AKAN BERALAMAT MASALAH TIADA AKHIR.

Stanley Bernard Greenberg (Yahudi AS), konsultan Politik, Pllster, ahli strategi pemenangan Pemilu - PilPres berada dibelakang suksesnya rekayasa





Admin islamterbuktibenar.net heran, dahulu kita semua tahu bagaimana kebijaksanaan Presiden Soekarno terhadap para China kafir ini, namun mengapa semua itu justru dilanggar oleh putrinya sendiri? Malah Kwik Kian Gie dijadikan Mentri Perekonomian?

Lalu Zhang Wan Xie, atau Basuki Indra atau Basuki Tjahja Purnama atau AHOK yang mantan mafia dan koruptor di BelTim pun diusung oleh salah satu Putri Bung Karno menjadi Pejabat di Ibukota NKRI???






Bahkan investor dari China pun ditinggal oleh AHOK saat rapat dan rapat berlanjut seolah-olah investor dari China memimpin rapat dan memerintah ini dan itu kepada pemerintah anggota rapat lain

Sekedar tambahan, Jokowi ini disamping pernah melakukan ritual syirik saat memandikan mobil Esemka agar menyajikan sesajian sebagai tumbal agar dapat menolak bala dan mendatangkan rejeki serta kemudahan, ternyata Jokowi selama menjabat sebagai Gubernur pun tidak pernah mengujungi Majelis Taklim, menemui ulama, apalagi mendengar masukan dari ulama.

Jokowi tidak pernah berkomitmen terhadap Islam dan tidak pernah berhubungan dengan komunitas Islam. Bahkan Jokowi tidak pernah membangun Masjid meski sebelumnya sudah berjanji akan mendirikan masjid, yang ada malah AHOK merubuhkan Masjid tanpa permisi pada rakyat sekitar, apalagi ulama.

Maraknya pencitraan media massa ini persis saat SBY hendak jadi Presiden, Mentri Pertahanan Amerika mengunjungi SBY tapi tidak mengunjungi Mega yang saat itu masih jadi presiden???

Dan usai itupun segenap media massa seolah digerakkan untuk mengangkat SBY hingga SBY menjadi presiden, tapi apa hasilnya setelah SBY menjadi presiden???

Yang terjadi nyata adalah: Nazaruddin, Angelica Sondakh, Anas Urbaningrum, Ibas, Boediyono, Sri Mulyani, dll.

Perlu diketahui bahwa untuk iklan kurang dari 1 menit, harga yang perlu dibayar adalah sekitar lima juta rupiah. Lalu berapa kali iklan ditayangkan dalam 1 hari? dan berapa hari iklan itu keluar terus menerus?

Apalagi ini tidak hanya muncul dalam iklan, tapi berita utama, seluruh media TV, koran, Radio, bahkan dalam acara khusus yang durasinya lebih dari 1 jam. Berapa dana yang dikeluarkan?

Posting / status ini berbau SARA? lalu bagaimana dengan semua orang kristen yang memilih Jokowi-Ahok dalam PilGub? Apakah itu tidak SARA?

Jika Islam Mayoritas, Kristen Minoritas, Maka Umat Kafir akan hidup dalam damai,,, bahkan saking terlalu "damai"-nya, MINIMAL sudah 25juta muslim MURTAD menjadi kafir dalam kurun 1950-2004.

Namun jika Kristen Mayoritas, Islam Minoritas, Maka DAPAT KAMI PASTIKAN, BAHWA KRISTEN YANG BERAGAMA "KASIH" ITU PASTI MENGHABISI UMAT ISLAM! Dijamin 100%. Apalagi para Pejabat, Kepala Daerah, Anggota Legislatif dan MK dari golongan KAFIR.




Siapa yang tidak mengenal Joko Widodo 2 tahun lalu? Hanya warga Solo yang mengenalnya. Tahukah anda latar belakangnya Jokowi? Mengapa fenomenal & siapa cukongnya? Etnis Tionghoa & koruptor BLBI tenyata berada di belakangnya


Anda tidak percaya fitnah? ini Datanya Sihirnya!


Pernahkah anda mencari tahu tentang latar belakang Joko Widodo alias Jokowi yang sesungguhnya ? Tahukah Anda siapa dia 2 - 30 tahun lalu? Tiba-tiba saja, tanpa banyak diketahui oleh rakyat banyak, nama Jokowi mendadak tenar, populer dan disanjung-sanjung oleh kelompok tertentu.


Awalnya ternyata hasil grand design atau ada upaya pengembangan skenario untuk menciptakan 'tokoh boneka' yang di gadang-gadang menjadi pemimpin, baik Gubernur ataupun Presiden via rekayasa opini publik yang di cetuskan aktivis-aktivis UGM (Universitas Getnologi Mbandung, eh salah Universitas Gajah Mada, ^_^)


Kemudian ide tersebut direalisasikan untuk merekayasa opini publik melalui media dan kemudian bergulir kencang dan di akomodasi oleh para pemilik modal.


Khusus utk rekayasa Popularitas Jokowi, semula hanya melibatkan aktivis & pengusaha lokal Tionghoa : Imelda Tan (Paragon), Lukminto (Sritex) cs.


Baru setelah Jokowi menang utk periode ke 2 sebagai Walikota Surakarta atau Solo, konglomerat Edward Suryajaya (ex Pemilik Group Astra, konglo terkaya RI) bergabung.


Awalnya, Skenario Rekayasa Opini Publik terhadap Jokowi ini hanya ditujukan utk memenangkan Pilkada Jawa Tengah, kalahkan Bibit Waluyo, namun balik kanan bubar jalan dan putar haluan mengincar target baru, yaitu DKI Jakarta. Perubahan target menjadi Cagub DKI dan terus jadi Presiden, dimulai saat Edward Suryajaya cs sukses konsolidasi kekuatan konglonmerat tionghoa.


Konsolidasi konglomerat tionghoa itu tidak terlepas dari peran besar James Riady (pemilik Lippo grup) yg pada 2009 jadi tim koordinator dana SBY. James Riady berhasil himpun hampir semua konglomerat cina utk mendukung penuh Jokowi sebagai Gubernur DKI dan lanjut ke Presiden RI 2014.


Peran besar lain adalah dari Jenderal Luhut Panjaitan yang sukses konsolidasikan kekuatan konglomerat-konglomerat etnis tionghoa Ex buronan BLBI di Singapore yang berjumlah sekitar 20-an konglomerat. Kebanyakan dari mereka adalah buronan kasus korupsi BLBI yang merugikan negara kita Rp. 187 triliun (hutang pokok) plus Rp. 600 T (bunga) sampai 2032!


Kebanyakan dari mereka adalah buronan kasus korupsi BLBI yang merugikan negara kita Rp. 187 triliun (hutang pokok) plus Rp. 600 T (bunga) sampai 2032!


Mereka semua mendukung penuh Jokowi melalui media-media yang di bayar, uang, jaringan (china connection ) dan turut berkampanye menangkan Jokowi. Hasilnya tak mengherankan, laporan dari semua lembaga intelijen negara sama : konglomerat tionghoa (incl : Buronan BLBI) dan komunitas tionghoa solid mendukung ke Jokowi dan Presiden SBY pun sudah menerima laporan tersebut. Konfirmasi itu kami peroleh dari Jenderal purnawirawan yang menjadi pensihat presiden RI.


Naudzubillah, negara ingin dikuasai china connection! Mujahidin Bangkitlah!


Lalu apa agenda China Connection tersebut??


Sebelum kita paparkan korupsi Jokowi, kita bahas dulu apa agenda dan tujuan utama China Connection mendukung Jokowi sebagai Presiden RI ?Tujuan dari konglomerat Cina dan sejumlah jenderal yang menjadi kolaboratornya adalah Luhut Pangaribuan, dan AMHP adalah mengendalikan kekuasaan di RI kontra power dengan The Godfather! Mirip dengan film-film mafia TRIAD dan YAKUZA!


Bahkan Intelijen mengungkapkan fakta mencengangkan! Laporan lembaga intelijen negara semua sama, bahwa konglomerat-konglomerat kaya raya musuh negara ini sangat solid. Blm pernah sesolid seperti saat ini!


Konglomerat-konglomerat tionghoa ini selain menguasai, juga mengendalikan lebih 50% PDB (product domestic bruto RI), juga menguasai 80% media massa.


Khusus utk pemenangan Jokowi di Pilkada dan Pilpres 2014, selain media mainstream, konglo2 ini jg biayai tim khusus sosial media, relawan jasmev (jokowi ahok social media volunteer) & sejenisnya.


Mau buktinya? Silahkan Periksa Data dibawah ini







Membongkar 10 Strategi 'Sihir Muslihat' ala Jokowi


JAKARTA (voa-islam) Sahabat Voa-Islam yang baik hati dan shalih, menjulangnya popularitas Jokowi tidak hadir tiba-tiba datang dari langit, melainkan hasil 'sihir' penggelembungan survei dan propaganda melalui media bayaran, Key Opinion Leader (KOL) dan relawan 'Jokowi Ahok Social Media Volunteer' (JASMEV).


Penggunaan kata Sihir di sini bukan tidak disengaja. Sekedar analogi, sihir telah menipu rakyat Mesir di jaman Fir'aun sehingga mereka menganggap yang berasal dari Jajaran Fir'aun adalah hebat. Dan hanya mereka yang sadar akan bahayanya lah yang tidak tertipu Sihir tersebut - diwakili sosok Nabi Musa Alaihi Salam.


Mau tau apa saja modusnya? Berikut kami hadirkan bagi Sahabat Shalih VOA-Islam.com :


1. Lembaga Survei dan Media Utama (Bayaran) sebagai TimSes.


#ModusGelembungSurvei terhadap suatu lembaga/personal dan dampaknya terhadap masyarakat/publik awam.


#SihirPropagandaLewatMediaBayaran. Apa saja info yang dimaksud? Semoga berguna & makin membuka wawasan kita semua untuk tidak terpengaruh sihir propaganda lembaga survei lewat media utama. Mengenai mengapa banyak publik yang tidak sadar


#ModusGelembungSurvei :





Subiakto, seorang praktisi senior pada agensi iklan yang banyak menangani kampanye politik presiden, gubernur menyatakan, membangun popularitas bawah sadar dengan modus dengan memperbanyak pemberitaan di media cetak, membangun conversation mention (@accounttwitter) di media sosial dan komentar tentang kebaikan Jokowi. Sehingga apabila di googling (mencari kata kunci di google) kata 'Jokowi' akan banyak sentimen yang positif.


Di media cetak, dalam sehari kita bisa menemukan minimal 12 berita tentang kebaikan dan keseharian Jokowi, apalagi jika kita cari di sosial media, maka akan ada ribuan kata kunci jokowi, bahkan detik.com dan kompas.com akan mempropagandakannya setiap hari.


Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi capres lain yang tidak menggunakan strategibranding politik ala Jokowi, sehingga tidak heran hasil survei akan timpang dan membuat Jokowi unggul.





2. Sihir Propaganda lewat media utama ; yang sedikit membahas mengenai kemacetan dan tanggung jawab pengelola negara/daerah menyediakan Angkutan Umum yang memadai.


Kita pun ketahui bersama bahwa Ada konglomerat lain yang mendukung seperti Hashim Djojohadikusumo (adik Prabowo Subianto), Djan Faridz dan James Riadi (Group Lippo). B elakangan baru diketahui Proyek Monorel di menangkan pengusaha hitam Edward Suryadjaya, baca : Arogansi Jokowi & Hary Tanoe Suap Ulama Islam demi kepentingan Kroni ) - Berawal dengan menghadirkan di network bisnis James Riady, tim sukses, pemilik Lippo Group dan Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci, Tangerang
- Lalu diberitakan di media bayaran, media cetak & online (baca disini)
3. Sihir Propaganda lewat Key Opinion Leader (KOL)


Buzzer dari Jasmev akan menggelembungkan isu Jokowi dan James Riady sebagai Key Opinion Leader

#ModusGelembungNabiJokowow

@Anyer_Fury: 1. Dulu thn2008 dunia pendidikan kita sempat geger, Can. Gara2 ada sebuah "media internasional" membuat survey...


4. Modus Survey Media tentang Perguruan Tinggi Terbaik se-Indonesia


#SurveiBayaran
@Anyer_Fury: 2. ..survey tsb ttg perguruan tinggi terbaik se-RI. Hslnya; UPH tempati urutan ke-2 di bwh UI! Heboh!





#ModusGelembung #Sihir


@Anyer_Fury: 3.Survey tsb trnyata dibuat Globe Asia, media yang masuk Lippo Group, milik John Riady anak James


@Anyer_Fury: 4. Survey abal2 tsb tentu sja tempatkan UPH di urutan tinggi. Survey itu lbh tekankan pd fasilitas kampus


#SurveiPesananTapiDinggapMurniBukanBayaran


@Anyer_Fury: 5. .. bukan hsl riset, penerbitan pd jurnal dunia, dll. Pd segi fasilitas, UPH memang lbh baik dari swasta kampus lain


#DibesarkanGelembung


@Anyer_Fury: 6. Pdhl, jml pengajar UPH saja terhitung biasa; 111 dosen Master, 42 Doktor & kira2 20-an Sarjana. Biasa banget


#TerlaluTelanjangModusnya


@Anyer_Fury: 7. John Riady sendiri dosen di UPH, jd klop deh.! Dia jg memimpin grup Berita Satu


@Anyer_Fury: 8. Saat itu, reaksi masy msh normal. James sempat jadi pesakitan di media. Maklum, saat itu JR blm punya "boneka lucu".


#Sihir #Propaganda


@Anyer_Fury: 9. Survey itu bukti bahwa rekayasa pencitraan via media bukan hal baru/sulit bagi JamesRiady


@Anyer_Fury: 10. Jadi, jika kini ada tokoh yg dicitrakan sbg "dewa" lwt media, ya wajar. SEjarah gak prnh bohong :) Spt rakyat Mesir tertipu sihir jmn Fir’aun.


@Anyer_Fury: 11. Bedanya, dulu Globe Asia lakukan utk menarik mhsa/i agar "silau" & msk ke UPH, skrg agar rakyat yg "silau" dpt bikin silau zombie.








sumber Berita : Jakarta Globe


5. Modus Kontes Semu ' Walikota Terbaik Dunia'


#ModusKontesSemu_WalKotDunia


@Anyer_Fury: 12. Begitu juga dg pemberitaan kehebatan gub DKI di New York Times, tdk perlu membuat rakyat yg normal "silau"





6. Modus Tipu-tipu Blow Up Blusukan


#Sihir #Propaganda #MindControl


Menggunakan KOL yang terkenal dengan ribuan relawan untuk ngeTwit setiap hari, baik yang tergabung dalam Jasmev maupun pendukung lainnya. Dan semua itu media berbayar, dalam setahun digelontorkan hingga ratusan milyar rupiah.





Sumber berita : NY Times


Pak Bi, demikian Subiakto akrab dipanggil, menilai blusukan adalah model penciptaan merek bagi seorang Jokowi. Sesungguhnya ia mendatangi waduk Pluit lalu diliput oleh puluhan wartawan yang setiap hari dan siap sedia menunggu di depan rumah dinasnya demi berita-berita blusukan Jokowi.


"Bahkan seorang anak dari tim beliau yang menjadi jurnalis Berita Satu di perintahkan atasannya untuk nongkrong di depan rumah dinas Jokowi setiap hari" seloroh Pak Bi


Namun ada fakta yang belum terungkap di sana, mengalihkan warga waduk Pluit dan Ria Rio adalah demi keuntungan kroni bisnisnya. Pendukung bisnis di media dan properti ada James Riady dan Djan Faridz, di sektor otomotif dan transportasi ada Edward Suryadjaya, Hashim dan Prabowo juga di beritakan di jejaring sosial sebagai pemodal lain bagi Jokowi.








Kelemahan Jokowi ini tidak mengerti hukum dan mudah dimanfaatkan para kroni. Ia selalu bikin gebrakan yang cenderung melawan hukum dan tidak memperdulikan teriakan rakyatnya. Ia bangun monorel dan relokasi PRJ ke Monas untuk memenangkan bisnis kroninya Edward Suryadjaya, Jokowi gusur waduk Ria Rio dan Pluit ke rumah susun yang berbau kepentingan bisnis kroni dan sempat ramai mencoreng Ahok Center. Pedagang liar Tanah Abang di relokasi ke BLOK G disinyalir untuk kroni di bisnis properti, Lenteng Agung di berikan kepada Lurah Susan yang dituding banyak pihak sebagai arogan dan ada unsur 'test case' bagi projek yang lebih besar lagi.


Ia juga asal-asalan membuat kebijakan Kartu Jakarta Sehar (KJS) sehingga membunuh warga Jakarta, Jokowi juga patut diduga melakukan korupsi jabatan dengan membiarkan Ahok Center tanpa pengawasan mengelola barang-barang CSR, dan Jokowi membuat APBD secara asal-asalan karena mengaku pusing baca angka-angka.


Sejatinya, setiap kebijakan Jokowi berada dalam bisikan para kroni


7. Modus Relawan Berani Mati Pembela 'Nabi' Jokowi & Sertifikasi Profesi Relawan ala JASMEV





Bahkan, admin twiter itu menantang para pendukung Joko Widodo (Jokowi) dan JASMEV (Jokowo Ahok Social Media Volunteer) yang namanya kian melejit seiring “pertikaiannya” terkait Kartu Jakarta Sehat dengan pihak DPRD DKI.


Lantas mengapa Jokowi begitu populer di Jakarta? Jawabannya adalah karena Ahok Center dan media massa terus menjual Jokowi secara tidak proporsional dengan pola sebagai berikut:


1. Membesar-besarkan kebijakan Jokowi setinggi langit walaupun hanya kebijakan kecil, sederhana dan tidak bernilai apapun; dan


2. Mengecilkan dan sebisa mungkin menyembunyikan kesalahan-kesalahan fatal dari Jokowi yang biasanya menggiring pejabat biasa ke pengadilan tindak pidana korupsi.


Setelah itu media massa maupun sukarelawan yang bekerja di Ahok Center terus menerus menciptakan berbagai wacana melalui media massa dan media sosial sehingga menciptakan kesan rakyat Indonesia ingin dipimpin Jokowi, padahal dari berbagai pilkada beberapa bulan terakhir terbukti Jokowi hanya populer di Jawa Tengah, khususnya Solo, dan bahkan di Jakarta dia hanya didukung 53% rakyat Jakarta sebagaimana terlihat pada saat pilkada tahun lalu yang kemenangannya beda tipis dari angka yang diperoleh Foke, itupun karena Foke melakukan kesalahan fatal mendukung kampanye rasis Rhoma Irama, sehingga banyak yang meninggalkan Foke.





Sertifikat Jasmev bagi relawan berprestasi





8. Numpang Tenar di acara musik Metallica dan KPop


Jokowi dan tim suksesnya sudah mempersiapkan branding dan activation apa saja yang perlu dilakukannya, terutama yang berkaitan dengan memperbesar popularitasnya di sosial media yang banyak di huni remaja dan tentunya faktor penentu kemenangan pemilu kepala daerah maupun presiden, yaitu faktor swing voter remaja yang diperkirakan sebesar 28% dan mereka yang akang mengikuti pemilu untuk pertama kalinya, atau first voter. Dengan data tersebut tak heran Jokowi akan mendompleng aktivitas musik yang banyak digemari remaja, kebetulan di Indonesia sejak 2 tahun lalu sedang demam KPOP dengan mega bintang dari SM TOWN Korea.








Tapi ia juga tak melupakan arisan akar rumput yang menyukai musik rock dan diwakili dengan generasi Metallica. Tentu upaya ini memudahkan Jokowi dalam melakukan silent campaign. Mendatangkan artis luar untuk mendongkrar pamornya.





9. Branding Palsu mobil ESEMKA





Seperti Obama asli, kinerja tiruannya yaitu Jokowi sebagai gubernur Jakarta juga sangat luar biasa buruk, dan tentu saja seluruh janji kampanye Jokowi sudah tidak perlu diharapkan akan dilaksanakan sebab janji-janji itu sudah dibuang Jokowi ke waduk Pluit.


Sebagaimana Obama, Jokowi juga terpilih sebagai gubernur karena warga Jakarta ingin merasakan perubahan dan secara irasional memilih Jokowi tanpa meneliti latar belakang yang bersangkutan. Padahal bila kita membuka mata sedikit, maka pada kasus Esemka akan terlihat Jokowi mendompleng H. Sukiyat yang membangun mobil esemka di bengkelnya, Kiat Motor.








10. Siapa 'Investor' Jokowi ?


Ada konglomerat Edward Suryadjaya, Hashim Djojohadikusumu (adik Prabowo Subianto), Djan Faridz, James Riadi (Group Lippo) dan masih banyak lagi yang belum terungkap.













Lihat saja di semua jenis socmed : FB, twitter, kaskus, frenster dll semua ada tim khusus untuk pencitraan palsu Jokowi, Coba iseng-iseng perhatikan berita dan informasi di media mainstream (koran, majalah, TV, online dan socmed) Sebagian besar ttg Jokowi, tak kurang Rp. 200 milyar rupuah digelontorkan buat 'boneka culun jokowi'


Selain media massa mainstream, socmed, lembaga-lembaga survey dan para pengamat politik pun dibayar oleh konglomerat 'china connection ' busuk ini untuk support Jokowi. Demikian hebat dan masifnya dukungan para konglomerat plus sejumlah tokoh dan jenderal pengkhianat bangsa membantu Jokowi menjadi Presiden RI.


Uang, media, jaringan, pengaruh, ditujukan utk membentuk opini publik yg semu atau palsu tentang Jokowi. Sembunyikan siapa dia sebenarnya.


Benar merahnya kini, Perang Mafia The Godfather dan China Connection


Rupanya ada persaingan antara Mafia The Godfather dan China Connection lah yang kita harus waspadai, siapa sebenarnya yang selama ini telah menghancurkan NKRI ini, dan siapa otak budaya korupsi di RI, siapa buronan-buronan BLBI ?


Lihat daftarnya:


1. Siapa konglomerat tionghoa yang kuasai 5 juta hektare lahan di Indonesia ? Prayogo Pangestu.


2. Siapa perampok Rp.52.8 triliun di BCA? Antoni Salim!


3. Siapa pelaku penghancur pasar modal RI jaman Orba dengan laporan keuangan palsu ? James Riady (Pemilik Lippo Group, anak Muchtar Riady, eks Dirut BCA)


Coba periksa dan teliti latar belakang yang misterius, kita akan temukan fakta-fakta sebagai berikut :


1) Dari sekian banyak parameter keberhasilan seorang kepala daerah, Jokowi ternyata gagal di Solo. Tidak sukses sebagai walikota. Dibawah rata-rata.


2) Kemenangan Jokowi 2 kali dlm Pilkada Solo, lebih karena efektifitas opini yang dibangun oleh timnya. Bukan karena dia sukses membangun Solo.


3) Fakta membuktikan bagaimana kinerja Jokowi sbg walikota raportnya adalah Minus. Bahkan Wakil Walikota FX Rudytmo yang antek rotary club ini lebih berperan, di DKI Jakarta di gantikan wakilnya. Secara de fakto, Ahok lah yang menjalankan pemerintahan DKI dan jadi komandan birokrasi.


Jokowi Pun Ikutan Korupsi rupanya?


1) Jokowi terlibat dalam penggelapan / korupsi dana APBD untuk KONI Surakarta sebesar Rp. 10 miliar. Sebagian di alihkannya ke Persis secara melanggar hukum.


2) Jokowi terlibat korupsi dan suap dalam pelepasan aset pemda Solo, Hotel Maliyawan, dimana pelepasan aset gedung hotel sarat suap & KKN. Mengenai suap dan korupsi Jokowi serta pelanggaran UU, PP, Perda, dll.


3) Korupsi Jokowi pada penyaluran dana BPMKS sebesar Rp. 9.9 miliar, dimana laporan realisasi 110.000 siswa namun faktanya ternyata kurang dari 65.000 siswa Solo.


4) Korupsi Jokowi pada dana hibah Gub Jateng dan dana APBD untuk rehabilitasi dan pembangunan Pasar di Kota Solo.


5) Korupsi Jokowi pada dana hibah Gub Jateng dan dana APBD untuk rehabilitasi dan pembangunan Pasar di Kota Solo.


6) Korupsi dan KKN Jokowi pada proyek pengadaan Videotron di Kota Solo.


7) Korupsi dana APBD yang sangat nyata dan terang benderang pada pengadaan mobnas Esemka sbg Mobil Dinas. Langgar semua aturan/UU/Hukum.


8) Korupsi Jokowi pada dana bantuan program koperasi dan UKM Solo dgn modus koperasi / UKM fiktif sebagai penerima bantuan dana.


9) Korupsi Jokowi pada proyek rehabilitasi THR Sriwedari Solo yang mengakibatkan proyek rehabilitasi tersebut macet dan mangkrak selama 2 tahun.


Jumlah kasus korupsi Jokowi di Solo, sedikitnya 14 kasus dan sejumlah kasus suap (dari Imelda, Lukminto cs), sebagian macet di Kejari Solo, juga diantaranya adalah korupsi Jokowi di proyek KJS, KJP, MRT, Monorel dalam periode selama blm 1 tahun jadi Gub DKI Jakarta.


Mafia Cina Di Belakang Jokowi! Harus Dibungkam! Ayo, Laskar Mujahidin bangkit, Islam di adu domba oleh Mafia Cina & The Godfather!


#ModusGelembungSurvei :





Subiakto, seorang praktisi senior pada agensi iklan yang banyak menangani kampanye politik presiden, gubernur menyatakan, membangun popularitas bawah sadar dengan modus dengan memperbanyak pemberitaan di media cetak, membangun conversation mention (@accounttwitter) di media sosial dan komentar tentang kebaikan Jokowi. Sehingga apabila di googling (mencari kata kunci di google) kata 'Jokowi' akan banyak sentimen yang positif.


Di media cetak, dalam sehari kita bisa menemukan minimal 12 berita tentang kebaikan dan keseharian Jokowi, apalagi jika kita cari di sosial media, maka akan ada ribuan kata kunci jokowi, bahkan detik.com dan kompas.com akan mempropagandakannya setiap hari.


Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi capres lain yang tidak menggunakan strategibranding politik ala Jokowi, sehingga tidak heran hasil survei akan timpang dan membuat Jokowi unggul.


2. Sihir Propaganda lewat media utama ; yang sedikit membahas mengenai kemacetan dan tanggung jawab pengelola negara/daerah menyediakan Angkutan Umum yang memadai.


Kita pun ketahui bersama bahwa Ada konglomerat lain yang mendukung seperti Hashim Djojohadikusumo (adik Prabowo Subianto), Djan Faridz dan James Riadi (Group Lippo). B elakangan baru diketahui Proyek Monorel di menangkan pengusaha hitam Edward Suryadjaya, baca : Arogansi Jokowi & Hary Tanoe Suap Ulama Islam demi kepentingan Kroni ) - Berawal dengan menghadirkan di network bisnis James Riady, tim sukses, pemilik Lippo Group dan Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci, Tangerang





Siapa 'Investor Cina' Jokowi ?


Ada konglomerat Edward Suryadjaya, Hashim Djojohadikusumu (adik Prabowo Subianto), Djan Faridz, James Riadi (Group Lippo) dan masih banyak lagi yang belum terungkap.







Hashim Djojohadikusumo kini menjadi ketua pengembangan Kebun Binatang Ragunan. Pemerintah DKI Jakarta menunjuk pengusaha Hashim Djojohadikusumo sebagai Kepala Pengawas Taman Margasatwa Ragunan.













Pernahkah anda mencari tahu tentang latar belakang Joko Widodo alias Jokowi yang sesungguhnya ? Tahukah Anda siapa dia 2 - 30 tahun lalu? Tiba-tiba saja, tanpa banyak diketahui oleh rakyat banyak, nama Jokowi mendadak tenar, populer dan disanjung-sanjung oleh kelompok tertentu.

Awalnya ternyata hasil grand design atau ada upaya pengembangan skenario untuk menciptakan 'tokoh boneka' yang di gadang-gadang menjadi pemimpin, baik Gubernur ataupun Presiden via rekayasa opini publik yang di cetuskan aktivis-aktivis UGM (Universitas Getnologi Mbandung, eh salah Universitas Gajah Mada, ^_^)

Kemudian ide tersebut direalisasikan untuk merekayasa opini publik melalui media dan kemudian bergulir kencang dan di akomodasi oleh para pemilik modal.

Khusus utk rekayasa Popularitas Jokowi, semula hanya melibatkan aktivis & pengusaha lokal Tionghoa : Imelda Tan (Paragon), Lukminto (Sritex) cs.

Baru setelah Jokowi menang utk periode ke 2 sebagai Walikota Surakarta atau Solo, konglomerat Edward Suryajaya (ex Pemilik Group Astra, konglo terkaya RI) bergabung.

Awalnya, Skenario Rekayasa Opini Publik terhadap Jokowi ini hanya ditujukan utk memenangkan Pilkada Jawa Tengah, kalahkan Bibit Waluyo, namun balik kanan bubar jalan dan putar haluan mengincar target baru, yaitu DKI Jakarta. Perubahan target menjadi Cagub DKI dan terus jadi Presiden, dimulai saat Edward Suryajaya cs sukses konsolidasi kekuatan konglonmerat tionghoa.

Konsolidasi konglomerat tionghoa itu tidak terlepas dari peran besar James Riady (pemilik Lippo grup) yg pada 2009 jadi tim koordinator dana SBY. James Riady berhasil himpun hampir semua konglomerat cina utk mendukung penuh Jokowi sebagai Gubernur DKI dan lanjut ke Presiden RI 2014.

Peran besar lain adalah dari Jenderal Luhut Panjaitan yang sukses konsolidasikan kekuatan konglomerat-konglomerat etnis tionghoa Ex buronan BLBI di Singapore yang berjumlah sekitar 20-an konglomerat. Kebanyakan dari mereka adalah buronan kasus korupsi BLBI yang merugikan negara kita Rp. 187 triliun (hutang pokok) plus Rp. 600 T (bunga) sampai 2032!

Kebanyakan dari mereka adalah buronan kasus korupsi BLBI yang merugikan negara kita Rp. 187 triliun (hutang pokok) plus Rp. 600 T (bunga) sampai 2032!

Mereka semua mendukung penuh Jokowi melalui media-media yang di bayar, uang, jaringan (china connection ) dan turut berkampanye menangkan Jokowi. Hasilnya tak mengherankan, laporan dari semua lembaga intelijen negara sama : konglomerat tionghoa (incl : Buronan BLBI) dan komunitas tionghoa solid mendukung ke Jokowi dan Presiden SBY pun sudah menerima laporan tersebut. Konfirmasi itu kami peroleh dari Jenderal purnawirawan yang menjadi pensihat presiden RI.

Naudzubillah, negara ingin dikuasai china connection! Mujahidin Bangkitla h!

Lalu apa agenda China Connection tersebut??

Sebelum kita paparkan korupsi Jokowi, kita bahas dulu apa agenda dan tujuan utama China Connection mendukung Jokowi sebagai Presiden RI ?Tujuan dari konglomerat Cina dan sejumlah jenderal yang menjadi kolaboratornya adalah Luhut Pangaribuan, dan AMHP adalah mengendalikan kekuasaan di RI kontra power dengan The Godfather! Mirip dengan film-film mafia TRIAD dan YAKUZA!


Bahkan Intelijen mengungkapkan fakta mencengangkan! Laporan lembaga intelijen negara semua sama, bahwa konglomerat-konglomerat kaya raya musuh negara ini sangat solid. Blm pernah sesolid seperti saat ini!

Konglomerat-konglomerat tionghoa ini selain menguasai, juga mengendalikan lebih 50% PDB (product domestic bruto RI), juga menguasai 80% media massa.

Khusus utk pemenangan Jokowi di Pilkada dan Pilpres 2014, selain media mainstream, konglo2 ini jg biayai tim khusus sosial media, relawan jasmev (jokowi ahok social media volunteer) & sejenisnya.

Mau buktinya ? klik gambar



Lihat saja di semua jenis socmed : FB, twitter, kaskus, frenster dll semua ada tim khusus untuk pencitraan palsu Jokowi, Coba iseng-iseng perhatikan berita dan informasi di media mainstream (koran, majalah, TV, online dan socmed) Sebagian besar ttg Jokowi, tak kurang Rp. 200 milyar rupuah digelontorkan buat 'boneka culun jokowi'

Selain media massa mainstream, socmed, lembaga-lembaga survey dan para pengamat politik pun dibayar oleh konglomerat 'china connection ' busuk ini untuk support Jokowi. Demikian hebat dan masifnya dukungan para konglomerat plus sejumlah tokoh dan jenderal pengkhianat bangsa membantu Jokowi menjadi Presiden RI.

Uang, media, jaringan, pengaruh, ditujukan utk membentuk opini publik yg semu atau palsu tentang Jokowi. Sembunyikan siapa dia sebenarnya .

Benar merahnya kini, Perang Mafia The Godfather dan China Connection

Rupanya ada persaingan antara Mafia The Godfather dan China Connection lah yang kita harus waspadai, siapa sebenarnya yang selama ini telah menghancurkan NKRI ini, dan siapa otak budaya korupsi di RI, siapa buronan-buronan BLBI ?

Lihat daftarnya:

1. Siapa konglomerat tionghoa yang kuasai 5 juta hektare lahan di Indonesia ? Prayogo Pangestu.

2. Siapa perampok Rp.52.8 triliun di BCA? Antoni Salim!

3. Siapa pelaku penghancur pasar modal RI jaman Orba dengan laporan keuangan palsu ? James Riady (Pemilik Lippo Group, anak Muchtar Riady, eks Dirut BCA)

Coba periksa dan teliti latar belakang yang misterius, kita akan temukan fakta-fakta sebagai berikut :

1) Dari sekian banyak parameter keberhasilan seorang kepala daerah, Jokowi ternyata gagal di Solo. Tidak sukses sebagai walikota. Dibawah rata-rata.

2) Kemenangan Jokowi 2 kali dlm Pilkada Solo, lebih karena efektifitas opini yang dibangun oleh timnya. Bukan karena dia sukses membangun Solo.

3) Fakta membuktikan bagaimana kinerja Jokowi sbg walikota raportnya adalah Minus. Bahkan Wakil Walikota FX Rudytmo yang antek rotary club ini lebih berperan, di DKI Jakarta di gantikan wakilnya. Secara de fakto, Ahok lah yang menjalankan pemerintahan DKI dan jadi komandan birokrasi.

Jokowi Pun Ikutan Korupsi rupanya?

1) Jokowi terlibat dalam penggelapan / korupsi dana APBD untuk KONI Surakarta sebesar Rp. 10 miliar. Sebagian di alihkannya ke Persis secara melanggar hukum.

2) Jokowi terlibat korupsi dan suap dalam pelepasan aset pemda Solo, Hotel Maliyawan, dimana pelepasan aset gedung hotel sarat suap & KKN. Mengenai suap dan korupsi Jokowi serta pelanggaran UU, PP, Perda, dll.

3) Korupsi Jokowi pada penyaluran dana BPMKS sebesar Rp. 9.9 miliar, dimana laporan realisasi 110.000 siswa namun faktanya ternyata kurang dari 65.000 siswa Solo.

4) Korupsi Jokowi pada dana hibah Gub Jateng dan dana APBD untuk rehabilitasi dan pembangunan Pasar di Kota Solo.

5) Korupsi Jokowi pada dana hibah Gub Jateng dan dana APBD untuk rehabilitasi dan pembangunan Pasar di Kota Solo.

6) Korupsi dan KKN Jokowi pada proyek pengadaan Videotron di Kota Solo.

7) Korupsi dana APBD yang sangat nyata dan terang benderang pada pengadaan mobnas Esemka sbg Mobil Dinas. Langgar semua aturan/UU/Hukum.

8) Korupsi Jokowi pada dana bantuan program koperasi dan UKM Solo dgn modus koperasi / UKM fiktif sebagai penerima bantuan dana.

9) Korupsi Jokowi pada proyek rehabilitasi THR Sriwedari Solo yang mengakibatkan proyek rehabilitasi tersebut macet dan mangkrak selama 2 tahun .

Jumlah kasus korupsi Jokowi di Solo, sedikitnya 14 kasus dan sejumlah kasus suap (dari Imelda, Lukminto cs), sebagian macet di Kejari Solo , juga diantaranya adalah korupsi Jokowi di proyek KJS, KJP, MRT, Monorel dalam periode selama blm 1 tahun jadi Gub DKI Jakarta.

Mafia Cina Di Belakang Jokowi! Harus Dibungkam! Ayo, Laskar Mujahidin bangkit, Islam di adu domba oleh Mafia Cina & The Godfather!

#ModusGelembungSurvei :

biakto, seorang praktisi senior pada agensi iklan yang banyak menangani kampanye politik presiden, gubernur menyatakan, membangun popularitas bawah sadar dengan modus dengan memperbanyak pemberitaan di media cetak, membangun conversation mention (@accounttwitter) di media sosial dan komentar tentang kebaikan Jokowi. Sehingga apabila di googling (mencari kata kunci di google) kata 'Jokowi' akan banyak sentimen yang positif.

Di media cetak, dalam sehari kita bisa menemukan minimal 12 berita tentang kebaikan dan keseharian Jokowi, apalagi jika kita cari di sosial media, maka akan ada ribuan kata kunci jokowi, bahkan detik.com dan kompas.com akan mempropagandakannya setiap hari.

Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi capres lain yang tidak menggunakan strategibranding politik ala Jokowi, sehingga tidak heran hasil survei akan timpang dan membuat Jokowi unggul.

2. Sihir Propaganda lewat media utama ; yang sedikit membahas mengenai kemacetan dan tanggung jawab pengelola negara/daerah menyediakan Angkutan Umum yang memadai.

Kita pun ketahui bersama bahwa Ada konglomerat lain yang mendukung seperti Hashim Djojohadikusumo (adik Prabowo Subianto), Djan Faridz dan James Riadi (Group Lippo). B elakangan baru diketahui Proyek Monorel di menangkan pengusaha hitam Edward Suryadjaya, baca : Arogansi Jokowi & Hary Tanoe Suap Ulama Islam demi kepentingan Kroni ) - Berawal dengan menghadirkan di network bisnis James Riady, tim sukses, pemilik Lippo Group dan Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci, Tangerang



Siapa 'Investor Cina' Jokowi ?
Ada konglomerat Edward Suryadjaya, Hashim Djojohadikusumu (adik Prabowo Subianto), Djan Faridz, James Riadi (Group Lippo) dan masih banyak lagi yang belum terungkap.

Hashim Djojohadikusumo kini menjadi ketua pengembangan Kebun Binatang Ragunan. Pemerintah DKI Jakarta menunjuk pengusaha Hashim Djojohadikusumo sebagai Kepala Pengawas Taman Margasatwa Ragunan.


Seperti yang kami kutip dalam jejaring media sosial 'Jokowi Presiden RI 2014' betapa para anasir dan relawan Jokowi terus menerus menciptakan kait-kait simpul yang menyerang kelompok dengan minat tertentu. Minat publik di dunia moderen sudah kami sebutkan diatas, lalu kini mulai bermain di publik yang sedikit berbau klenik yang notabene diyakini oleh orang yang relatif sudah tua dari generasi Super Junior, SNSD, Coboy Junior dan Cherrybelle tentunya.


Demikian halnya dengan kampanye berikut ini, seakan-akan semesta mendukung Jokowi, tak tanggung-tanggung kisah musyrik Nyi Roro Kidul pun disematkan pada Jokowi, jangan-jangan bikin cerita baru Mak Lampir dan Sundel Bolong cemburu pada Jokowi,....Naudzubillah....

Jokowi seringkali mengadakan kontak batin dengan Kanjeng Ratu Kidul. Dia, saat ini dilindungi kekuatan besar. Kepemimpinan Jokowi sebenarnya tidak hanya sebatas Gubernur DKI. Lebih dari itu, dia sudah layak menyandang RI-1. Pasalnya, pulung Kanjeng Ratu Kidul sudah turun pada Jokowi saat menjabat Walikota Solo.
Sikap Jokowi yang apa adanya, blak-blakan, sederhana, jujur, siapa nyana jika dirinya selama selalu didampingi sosok wanita cantik. Wanita cantik itu mendampingi Jokowi semenjak dirinya menjadi penguasa Solo.

Siapapun orangnya, jika didampingi oleh sosok wanita itu, akan bisa menduduki jabatan apapun. Termasuk jabatan Presiden Indonesia sekalipun. Lebih lagi prestasi yang ditunjukkan Jokowi selama ini, jelas masyarakat negeri mengetahuinya. Namun jiwa bijaksana dan kesederhanaan Jokowi, mampu meredam hasrat kekuasaan. Jokowi tidak seperti kebanyakan tokoh politik lainnya. Ia mampu bersikap arif dan tidak terburu nafsu, seperti makan bubur kepanasan dalam meniti karir kepemimpinannya.

Justru sikap Jokowi jujur, polos dan berdedikasi membela dan memberikan darma baktinya kepada rakyat, membuat sosok wanita pendampingnya itu semakin terpesona. Dalam setiap blusukannya ke masyarakat, sesekali Jokowi duduk menyendiri. Padahal, saat menyendiri itulah dirinya melakukan komunikasi dialog dengan sosok wanita jelita itu.

Hal itu disampaikan spiritualis asal Surabaya yang enggan disebutkan namanya, kita pakai nama inisial saja. Inisial spiritualis tersebut MN. Menurut MN, wanita jelita itu banyak memberikan inspirasi pada diri Jokowi.

Wanita tidak kasad mata, kata MN, mampu memecahkan dan memberikan solusi tentang masalah yang ada di daerah yang menjadi tempat kunjungannya saat itu. Bahkan tanpa diketahui siapapun, Jokowi dan wanita jelita itu menyingkirkan mahkluk-mahkluk gaib yang hendak merintangi dan mengganggu pekerjaannya.

“Diskusi pribadi itu nampak lepas dari pandangan mata sekelilingnya. Termasuk orang-orang dekatnya sekalipun, tidak juga istrinya,” kata MN saat ditemui VICTORY pekan lalu.

Oleh karena ada yang mendampingi itulah, lanjut MN, Jokowi tak gentar blusukan seorang diri. Sosok wanita cantik itu selalu bersama kemanapun Jokowi pergi melakukan tugas kewajibannya sebagai seorang yang memegang amanat rakyat.

“Jika seseorang memiliki mata batin yang kuat, maka orang tersebut akan bisa melihat sosok wanita itu,” lanjutnya.

Semua raja-raja nusantara negeri ini, selalu mendapat pendamping sosok wanita cantik ini. Satu-satunya presiden negeri ini yang mendapatkan pengawalan sosok wanita ini adalah Presiden Pertama Ir. Soekarno. Kini, setelah sekian lama tidak mendampingi penguasa negeri ini, sosok wanita tersebut kembali muncul untuk mendudung Jokowi yang memiliki kecintaan terhadap rakyat dan sangat anti korupsi seperti Sang Proklamator.

Jika ilmu seseorang belum begitu kuat, maka jika melihat sosok Jokowi, seolah tubuhnya dilapisi seberkas sinar. Sinar itu biasanya disebut sebagai pulung. Pulung ini hanya dimiliki para pemimpin yang jujur saja.

“Jika saja Jokowi pada pemilihan presiden 2014 mendatang menghendaki jabatan presiden, baginya hal itu tidaklah terlalu sulit,” sahut MN.

Memang, saat ini Jokowi telah diakui oleh seluruh rakyat Indonesia. Pulung yang ada pada dirinya mampu mengalahkan calon presiden manapun dan dari partai apapun. Karenanya, tokoh politik di negeri ini amat gundah dengan sepak terjang Jokowi yang menjadikan dirinya dengan sebutan The Spirit of Nusantara. Lantas siapa sosok wanita jelita yang selalu mendampingi Jokowi yang kini berkiprah di Jakarta?

MN menyebutnya sebagai Ibu Ratu Pantai Selatan yang sangat legendaris. “Ratu Pantai Selatan selalu menjadi pendamping bagi Raja atau Presiden di tanah Nusantara. Dan Joko Widodo merupakan sosok satria Piningit Sinisihan Wahyu yang selama ini ditunggu oleh masyarakat yang hidupnya selalu menjadi sapi perahan pemimpin durjana. Selama ini pemimpin negeri ini tidak menghargai karya dan budaya bangsa leluhur justru malah melakukan perusakan,” kata MN yang mengaku mendapat wejangan tersebut dari bisikan gaib.


Naudzubillahi min dzalik, kemusyrikan pun disematkan pada Jokowi.


Ayo kembali waras, Tolak kebohongan publik media bayaran


Banyak kalangan menilai ada ketidakwajaran pada popularitas dan bak 'jin ifrit' yang selalu saja tampil di media tanpa ada rasa lelah. Semua media siap sedia mengabadikannya meski sedang membersihkan sepatu.

Jokowi kini digelari nabi pun kalah eksis dibandingkan Jokowi. Ia siap tampil bak manekin yang tak malu di dandani apa saja, pakai kostum hitam metallica, gaya raja berkuda, Pangeran Jayakarta dengan kereta kuda mirip Cinderella dan eksis di setiap panggung musik kelas dunia dan terakhir numpang tenar bersama Gita Wirjawan dalam panggung perayaan 20 tahun Slank di Gelora Bung Karno, Sabtu (15/12). Inilah solusi instant tingkatkan popularitas, Jokowi 'nyantel' ke para artis, kini mulai disematkan pada Nyi Roro Kidul.

Hamdi Muluk: Masyarakat Malas Berpikir

Menurut Pakar Psikologi Politik UI Hamdi Muluk, hal itu membuat kecemasan di negara ini. Ia khawatir kompetisi pada pemilu 2014 akan hambar. Sebab, tidak ada pesaing yang dapat menandingi Jokowi. "Orang malas berpikir karena akan pilih Jokowi," kata Hamdi dalam jumpa pers di Cyrus Network, Jakarta, Minggu (15/12/2013).

Hamdi mengatakan dengan nilai tersebut, Jokowi juga tidak akan mengeluarkan seluruh kemampuannya dalam Pemilu 2014. "Ini mengkofirmasi dalam setahun terakhir jadi memang negara harap cemas," katanya.

Hamdi mengatakan tidak ada pesaing Jokowi dalam bursa pemimpin nasional, maka membuktikan partai politik gagal total dalam hal kaderisasi.

Padahal, kata Hamdi, persaingan calon presiden menuju pemilu 2014 menarik bila terdapat pilihan alternatif lain selain nama-nama yang beredar di masyarakat.

"Sekarang saya khawatir dengan fenomena ratu adil. Sepertinya Jokowi jadi manusia setengah dewa. Ini capres setengah dewa tidak sehat jangan terjebak dengan mitos ratu adil," kata Pakar Psikologi Politik UI Hamdi Muluk di kantor Cyrus Network, Jakarta, Minggu (15/12/2013).

Hamdi menuturkan Indonesia memiliki sejarah pemimpin yang dianggap ratu adil seperti Soekarno dan Soeharto. "Itu engga sehat," kata Hamdi.

Ia mengatakan banyak pemberitaan Jokowi sudah tidak relevan dengan jabatanya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia mencontohkan soal pemberitaan sepatu milik Jokowi.

"Masa sepatu robek saja diberitain, hal remeh temeh yang tidak ada kaitannya," katanya.

Apalagi, ujar Hamdi, banyak yang mengeritik Jokowi malah di-bully di media sosial. "Kalau mengeritik Jokowi seperti mengeritik dewa, sudah tidak sehat," imbuhnya.





Siapa Sebenarnya Jokowi Itu?

Minggu pagi awal Desember itu sebenarnya tidak ada niat dan keinginan saya untuk bicara atau memikirkan politik. Seusai berolah raga memukul si bola putih kecil di lapangan golf Kemayoran, saya berencana menghadiri acara perkawinan putra seorang teman dan menikmati liburan menonton film di Studio 21 bersama keluarga.

Namun memang sudah merupakan ‘kutukan’ kayaknya, usai selasaikan 9 hole dan baru saja duduk dan pesanan makan di club house, eh datang menghampiri seorang teman lama dari Surabaya. Ternyata beliau sedang berada di Jakarta bersama teman – temannya yang semuanya dosen dari Universitas Gajahmada Yogyakarta. Sahabat lama itu memperkenalkan ketiga temannya yang sudah semuanya berusia sekitar lima puluhan tahun. Kami pun larut dalam perbincangan.

Ketiga staf pengajar Fisipol UGM Yogayakarta itu tanpa diduga tiba – tiba bicara tentang Joko Widodo. Ya Joko Widodo atau lebih kita kenal dengan nama Jokowi. Yang sangat menarik dari pembicaraan kami itu adalah mengenai peran ketiga dosen UGM tersebut dalam ‘menciptakan’ sosok Jokowi sehingga menjadi ‘orang atau tokoh’ seperti yang kita ketahui selama setahun terakhir ini. Jokowi dapat dikatakan sebagai hasil ciptaan ketiga dosen UGM ini. Mereka adalah dosen, ahli komunikasi massa dan ahli politik dari UGM Yogyakarta yang menjadikan Jokowi sebagai ‘eksprimen’ atau ‘kelinci percobaan’ dalam rangka menguji efektifitas sebuah pencitraan yang dilakukan secara sistematis dan akademis.

Meski demikian mereka mengungkapkan kekecewaan yang mendalam terhadap Jokowi yang mereka nilai lupa diri dan tidak memiliki hubungan manusiawi yang baik. Mereka juga menuduh Jokowi sebagai orang yang tidak tahu membalas budi dan mudah melupakan jasa orang lain. Ketiga dosen tersebut mengatakan bahwa selama Jokowi menjadi gubernur Jakarta, tidak sekali pun mau menerima telpon dari mereka, apalagi mengharapkan Jokowi sudi menghubungi mereka. Sifat jokowi yang lupa diri, lupa balas jasa dan tidak menjaga pertemanan itu sudah nenjadi rahasia umum di kalangan sahabat – sahabat atau kolega – kolega Jokowi di Solo dan Jawa Tengah.

"Sejak Jokowi jadi Gubernur Jakarta perangainya memang jauh berubah. Kita kenal betul karakter Jokowi, namun dulu tidak separah ini” ujar salah seorang dari mereka. Mendengar ekspresi kekecewaan orang – orang yang telah membesarkan Jokowi itu, saya hanya bisa tersenyum kecut. “Mereka tidak tahu, jangan hanya dosen dari UGM, Prabowo dan Jusuf Kalla yang sangat berjasa membantu mengangkat Jokowi dari hanya tokoh kota kecil menjadi Gubernur DKI Jakarta saja, dia tega khianati karena mendapatkan tuan – tuan baru yang merupakan konglomerat tionghoa termuka di Indonesia”, batin saya.

Banyak orang yang tidak mengenal Jokowi yang sebenarnya. Apalagi mengenai karakter aslinya yang jauh dari sosok Jokowi sebagaimana dicitrakan media – media milik para konglomerat atau media bayaran mereka. Jokowi sebagai manusia, tidaklah sebaik dan sejujur yang ditulis dan diberitakan mayoritas media massa nasional. Banyak catatan buruk tentang Jokowi, terutama jika dikaitkan dengan track record korupsinya dan kebohongan – kebohongan yang dilakukannya. Kehebatan Jokowi hanyalah pada kemampuan aktingnya untuk tampil alamiah ketika berada di tengah – tengah warga. Jokowi juga sangat mudah menjanjikan apa saja tanpa merasa berdosa atau terbebani bilamana janji – janji itu sebagaian besar tidak mampu dia penuhi. Bagi Jokowi, berjanji itu semudah menghirup nafas. Dia tidak peduli dengan harapan warga yang membumbung tinggi lalu jatuh terhempas ke bumi ketika janji itu dia ingkari.

Bagi kalangan menengah, menilai seorang Jokowi itu sangat mudah. Kinerja Jokowi sebagai Walikota Solo terbukti hanya di bawah rata – rata. Fakta tentang prestasi buruk Jokowi selama jadi walikota itu mudah diakses di situs Badan Pusat Statistik atau Kementerian Dalam Negeri. Disana tidak ada sedikitpun terlihat keistimewaan atau hal yang menonjol dari seorang Jokowi. Setahun jadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi terbukti gagal menjalankan program pemerintah daerah. Penyerapan APBD DKI tahun 2013 sangat rendah yakni hanya 22% saja per akhir Oktober 2013. Jika nanti pada akhirnya APBD bisa diserap di atas 80% sudah dapat dipastikan sebagian besar uang rakyat itu dikorupsi atau dijadikan bancaan melalui proyek – proyek fiktif.

Dugaan korupsi Gubernur Jokowi di DKI Jakarta sudah banyak mencuat ke publik, diantaranya adalah korupsi puluhan miliar di pengadaan Kartu Jakarta Sehat (KJS) pada akhir 2012 lalu dan sekitar 17 miliar rupiah saat penunjukan langsung PT Askes sebagai mitra program KJS. Belum lagi dugaan korupsi Jokowi pada proyek sumur resapan yang dimark up hingga ratusan persen.

Di Solo Jokowi memiliki banyak catatan hitam berupa dugaan korupsi yang sayangnya tidak pernah diusut serius oleh aparat hukum. Jokowi terbukti melalukan penyimpangan penggunaan anggaran KONI Solo yang dialihkannya sebagian untuk klub sepak bola Persis Solo dan sebagian lagi diduga untuk dirinya sendiri tanpa ada persetujuaan DPRD Solo. Korupsi lain dilakukan Jokowi pada proyek rehabilitasi pasar, hibah dana pemda Jawa Tengah, pengadaan Videotron, dana bantuan siswa miskin, proyek rehabilitasi THR Sriwedari, pengadaan mobil dinas Esemka dan seterusnya.

Salah satu dugaan korupsi yang sangat patut diduga dilakukan Jokowi adalah pada pelepasan aset pemda Solo, Hotel Maliyawan. Sejak kasus ini terungkap, predikat tokoh / pemimpin antikorupsi yang digembar gemborkan melekat pada diri Gubernur DKI Jakarta itu runtuh berantakan.
Investigasi teman – teman kami selama 11 hari di Solo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu menemukan fakta – fakta yang kuat mengenai dugaan keterlibatan Joko Widodo dalam beberapa korupsi dan pelanggaran hukum di Solo. Berikut ini sekilas dugaan korupsi Jokowi terkait pelepasan aset pemda Solo yakni Hotel Maliyawan, Surakarta yang terjadi pada tahun 2011 – 2012 lalu.
Kronologis Pelepasan Aset Pemda Solo

Bermula dari rencana Pemda Jawa Tengah untuk membeli bangunan hotel atau Balai Peristirahatan Maliyawan yang terletak di Tawangmangu, Solo/ Surakarta. Bangunan hotel itu, meski tanahnya adalah milik Pemda Jawa Tengah, namun bangunan di atas tanah tersebut adalah aset milik Pemda Solo / Surakarta karena dibangun dengan biaya /anggaran APBD Solo ( Surakarta) sekitar 12 tahun lalu. Namun, rencana Pemda Jateng membeli bangunan hotel aset Pemda Surakarta itu kandas karena Walikota Surakarta, Joko Widodo tidak pernah menyetujui. Jokowi selalu menolak permohonan Pemda Jateng itu meski tidak jelas apa alasannya. Padahal sebagai unit usaha yang dikelola BUMD PT Citra Mandiri Jateng, Hotel Maliyawan itu tidak menguntungkan dan gagal beri deviden kepada Pemda Solo (Surakarta) dan Pemda Jateng.

Karena permintaan membeli bangunan hotel selalu ditolak Walikota Jokowi, Pemda Jateng balik berencana ingin menjual aset Pemda Jawa Tengah berupa tanah yang di atasnya berdiri bangunan yang dipergunakan sebagai Hotel Maliyawan yang dikelola oleh BUMD PT. Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT) itu. Rencana Pemda Jateng menjual tanah hotel tersebut melalui BUMN CMJT secara langsung, terbuka dan lelang tentu tidak mudah karena bangunan hotel yang berada di atas tanah itu adalah milik atau aset Pemda Surakarta. Pilihan terbaik adalah dengan menawarkan rencana penjualan / pelepasan tanah aset Pemda Jateng itu kepada Pemda Surakarta. Nanti, setelah Pemda Surakarta membeli tanah aset Pemda Jateng tersebut, terserah kepada Pemda Surakarta, apakah akan menjual kembali tanah berikut bangunan hotelnya atau mau mengelola sendiri operasional Hotel Maliyawan itu.

Terhadap tawaran Pemda Jateng yang ingin jual tanah asetnya itu, Walikota Surakarta langsung menyatakan minatnya dan segera mengajukan rencana anggaran pembelian tanah Hotel Maliyawan sebesar Rp. 4 miliar kepada DPRD Surakarta yang kemudian disetujui oleh DPRD dengan rencana memasukan anggaran pembelian tanah aset Pemda Jateng dalam Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) Surakarta tahun 2010. Melalui Nota Jawaban Walikota yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Suharto, Senin, Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi), menjelaskan Pemkot Solo telah menindaklanjuti Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun 2010 dengan menganggarkan pembelian tanah Hotel Maliyawan senilai Rp 4. miliar.
Namun, berdasarkan Nota Kesepakatan Pemkot Surakarta dengan DPRD Kota Suarakarta No 910/3.314 dan No 910/1/617 tentang Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) Kota Solo Tahun 2010, anggaran untuk pengadaan tanah Hotel Maliyawan ternyata tidak muncul sama sekali. Kemudian diketahui bahwa Walikota Solo (Surakarta) mengajukan surat kepada Inspektorat Kota Surakarta yang berisi perintah Walikota untuk menelaah/mengkaji aspek hukum dan perundang-undangan terkait rencana Pemda Surakarta melepas aset berupa bangunan yang terletak di atas tanah Hotel Maliyawan, Tawangmangu, Surakarta.

Pihak Inspektorat Kota menberikan jawaban atas telaah dan kajian hukumnya kepada Walikota Joko Widodo. Dalam surat dari Inspektorat tersebut, ditegaskan bahwa untuk pemindahtanganan aset bangunan milik Pemda (Hotel Maliyawan) diperlukan penaksiran oleh tim dan hasilnya ditetapkan dengan keputusan Walikota. Selanjutnya Pemkot harus memohon izin penghapusan aset dari DPRD Kota Solo. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan PP No 6/2006 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, pasal 37 serta Perda No 8/2008 Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Berdasarkan telaah dan kajian Inspektorat, Walikota Joko Widodo mengirim surat kepada Ketua DPRD Kota Solo (Surakarta) tertanggal 29 Juli 2011 perihal permohonan persetujuan pemindahtanganan atas nama Balai Istirahat (BI) Maliyawan. Pada paragraf kedua surat tersebut, Jokowi menyebutkan bahwa sesuai dengan pasal 64 ayat 1 Perda 8/2008 Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, pemindahtanganan atas bangunan dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari DPRD.

Masih mengacu kepada surat dari Walikota Joko Widodo itu, disebut lagi bahwa sehubungan dengan Perda tersebut maka diajukan permohonan persetujuan DPRD dan selanjutnya dapat dibahas dalam rapat Dewan. Surat tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Inspektorat Kota pada 16 Desember 2010 tentang telaah staf pelepasan Hotel Maliyawan.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, sangat jelas bahwa pada awalnya, Walikota Solo Joko Widodo masih menjalankan mekanisme dan prosedur pelepasan aset secara benar dan berdasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun, setelah Walikota Joko Widodo ketahuan sudah menjual aset Pemda Solo/Surakarta secara diam – diam kepada Lukminto, Direktur PT. Sritex, sikap, perilaku dan pernyataan – pernyataan Joko Widodo berubah 180 derajat alias menjadi seorang pembohong. Ada apakah dengan Joko Widodo terkait pelepasan aset Pemda Solo berupa bangunan hotel Maliyawan itu ?
Jokowi Mendadak Berubah 180 Derajat dan Berbohong

Kenapa terjadi perubahaan sikap, perilaku dan pernyataan Joko Widodo terkait penjualan aset Pemda Solo secara diam-diam kepada Lukminto ? Kenapa tiba-tiba Joko Widodo selalu ngotot pertahankan pernyataan dan pendapatnya bahwa penjualan bangunan hotel aset Pemda itu TIDAK memerlukan persetujuan DPRD Solo dan TIDAK perlu mengacu serta mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku ? Berkali – kali Joko Widodo mengatakan kepada publik bahwa sebagai walikota, pihaknya tidak perlu minta izin persetujuan kepada DPRD. Tidak perlu dengan penerbitan Peraturan Daerah / Perda terlebih dahulu jika pemda ingin menjual asetnya. Bahkan Jokowi mengatakan pelepasan aset pemda secara tanpa minta persetujuan DPRD terlebih dahulu itu, sudah sangat sering dia lakukan. Semuanya aman – aman saja, dalih Jokowi pada sekitar Juli 2012 lalu.

Mencermati perubahan sikap Joko Widodo dan kengototannya menabrak hukum itu, anak siswa SMA atau mahasiswa semester I pun mengerti dan paham bahwa pasti ada kolusi antara Jokowi dan Lukminto yang sangat patut diduga menghasilkan suap untuk Joko Widodo. Berapa besar dugaan suap dari Lukminto kepada Joko Widodo sehingga Joko berani melanggar hukum, UU dan menipu DPRD dan rakyat Solo serta seluruh rakyat Indonesia itu ? Berapa besar kerugian negara akibat KKN Jokowi – Lukminto itu ? Silahkan KPK, Kejaksaan dan Polri mengusut tuntas agar hukum dapat ditegakkan dan keadilan dapat terwujud. Sikap kita yang toleran/pembiaran terhadap perbuatan kriminal, kejahatan atau korupsi Jokowi ini, sesungguhnya sama saja dengan kita menyetujui perbuatan haram tersebut. Sekian.

Jika Luhut Panjaitan Mengancam Apakah Ummat Islam Akan Melawan?


Jenderal Luhut Panjaitan merilis sebuah komentar yang bermotif melakukan psywar kepada kubu Prabowo yang dipenuhi oleh mayoritas muslim. Bahkan yang bermanhaj salafus sholih pun sudah menjatuhkan pilihannya kepada Koalisi Merah Putih.

Komentar Luhut Panjaitan yang memungkinkan terjadi dan memicu benturan keras peradaban di Indonesia dapat diartikan sebagai motif yang kolektif. Jokowi dan timses tentu membuat blueprint kebijakan dan orientasi politiknya.

"Kalau menang, kami libas nanti. Gitu saja, simple-kan," kata anggota timses Jokowi-JK,Luhut Panjaitan usai acara Kata Hati Ruhut Poltak Sitompul Dukung Jokowi - JK di Horapa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/6).

Nah, jika aksi libas melibas ini mengerucut hanya ada satu yang perlu dipersiapkan. Siapkanlah nyali dan moral kita semua untuk Indonesia pasca pemilu 2014. Muslim bak tubuh yang utuh, jika satu jempol saja tertusuk paku dan tetanus maka semua badan akan mendemam. Begitu juga saat sekelompok manusia yang berdalih dengan kotak-kotak (pluralisme) mengais-ngais dan sampai mencakar-cakar muka islam maka satu kata: Lawan! Lawanlah dengan segenap gelora dan semangat juang.

Jauhkan Indonesia dari kavling-kavling segelintir penganut pemahaman bengkok (JIL, sekularisme, Syiah, LGTB, marxisme, komunisme, pluralisme) dan minoritas fundamentalis. Islam adalah lautan yang bisa menampung semua sumber air.

Tudingan Wimar Witular terkait bangkitnya kaum bajingan (istilah yang ditujukan kepada islamis) di kolom pribadinya membuat profil a-islamisasi di kubu kaum bengkok semakin kuat dan kental. Aroma ini bak terasi di goreng lalu disimpan dibawah tempat tidur. Jokowi memang menjadi komandan barisan pasukan nyeleneh dan sewot dengan Islam.

Untuk itu para pembaca sekalian, kuatkan hati dan tekadkan gelora saat pilpres nanti tanpa ampun membuka lembaran suara dan mencoblos nomor (1) satu dan berikan senyum manis kepada pinokio dan si bapak tua disebelahnya lalu lipat dan berdoa semoga semuanya baik-baik saja.
Moral story adalah;

  • Memenangkan Prabowo adalah menyumbat kotoran masuk mulut.
  • Memenangkan Prabowo adalah mengisi Indonesia dengan hal-hal yang diridhaiNya.
  • Memenangkan Prabowo adalah mencegah Indonesia menjadi rumah Pinokio, dimana ada simbok yang sudah membuat perjanjian kemudian dilanggar, berjanji selama lima tahun membenahi Jakarta kemudian minggat, berkomitmen tidak akan berpolitik malahan perusahaannya menjadi tempat sampah komunikasi dan seterusnya.


Jika Luhut Panjaitan yang menjadi representatif mereka sudah memperlihatkan alergi dengan Islam (mewakili para jenderal dari kelompok merah) maka memang sebaiknya para jenderal yang masih menjadikan bumi untuk bersujud (kubu hijau) segera mengajarkan tentang 'idad, melatih mental dan fisik untuk siap sewaktu-waktu bertempur sampai baterai habis.

Jenderal dibelakang Jokowi adalah jenderal-jenderal yang menghabisi komunitas pengajian di Talangsari, puluhan anak manusia saat penyerbuan di kantor PDI Jakarta, ratusan nyawa pasca referendum di Timor Timur. Mereka adalah jenderal-jenderal drakula haus darah yang menafikan moralitas untuk pangkat dan derajat dirinya. Dan Jokowi dengan pekok serta culunnya mengatakan pro HAM.

Kamis, 03 September 2015

Pak Jokowi Jangan Sombong, Teladanilah Kerendahan Hati Pak Setya


Banyak yang bilang Om Donald Trump sukses mempermalukan Pak Setya Novanto. Kata mereka, sudah namanya baru disebut pas acara sudah kelar, dikasih pertanyaan yang jawabannya menguntungkan Om Trump, bahunya dipegang kaya boss ke anak buahnya, eh sudah gitu Pak Setya ditinggal ngeloyor begitu saja. Padahal kan Pak Setya itu Ketua DPR RI, wakil rakyat yang menggelari dirinya sendiri “Yang Terhormat”
Buat saya, dipermalukan bukan berarti memalukan. Beda lho. Dicolek beda dengan mencolek. Dan Pak Setya bukan mempermalukan dirinya sendiri, tapi dipermalukan. Tapi, posisi Pak Setya di sini pun bukan sebagai obyek pesakitan. Pak Setya hanya memposisikan dirinya sebagai tamu dari bakal calon presiden negara adidaya. Bisa dikatakan Pak Setya menghormati tuan rumah dengan cara merendahkan dirinya. Bukankah kita dianjurkan untuk memiliki sikap kerendahan hati.
Kalau kita lebih jernih menilainya, pasti kita melihatnya sebagai strategi diplomasi yang dilancarkan Pak Setya kepada bakal Capres Amerika. Dengan sikap merendahkan diri tersebut, Pak Setya telah memperagakan manuver politik tercanggih yang tiada tara. Inilah strategi diplomasi yang tidak pernah diduga oleh lawan politiknya. Hasilnya, sungguh luar biasa, kata Pak Fadli Zon, Om Donald akan menanamkan investasinya di kecamatan Cigombong, Bogor. Hebat bukan! Mana mungkin Om Trump yang triliyuner mancanegara itu tahu ada kecamatan yang namanya Cigombong kalau bukan karena manuver canggih kedua beliau DPR ini..
Di sinilah Pak Jokowi seharusnya belajar strategi diplomasi kepada Pak Setya. Pak Jokowi seharusnya meneladani kerendahhatian Pak Setya.. Dengan begitu, ke depan pak Jokowi tidak lagi menyombongkan diri di hadapan kepala-kepala negara lainnya. Tidak usahlah Pak Jokowi ingin Indonesia dianggap sejajar dengan negara-negara lainnya. Apalagi caranya hanya dengan mempersoalkan letak kursi atau berdiri yang ogah dikasih tempat di pinggir. Memangnya ada apa dengan pojok. Apa Pak Jokowi takut kalau dipojok nanti pas fotonya dipajang bisa ketutupan oleh pigura.
Lihat tuh Pak Setya yang mampu mengajarkan banyak hal kepada rakyat Indonesia. Pertama jangan sia-siakan uang rakyat. Karenanya Pak Setya memanfaatkan kunjungan dinasnya yang dibiayai negara untuk melobi Om Trump agar mau membangun di Daerah Pemilihannya Pak Fadli.. Ini sebenarnya sindiran kepada Pak Jokowi yang tidak menyetujui usulan dana aspirasi DPR.
Kedua, sekalipun Pak Setya datang dari Indonesia yang penduduknya masih banyak yang miskin, tetapi Beliau tidak ingin dipandang rendah. Karenanya Pak Setya memakai arloji yang harganya milyaran Rupiah yang tentu saja lebih mahal dari jam Rolex yang dipakai Ustad Anis Matta. Dipakainya arloji merek Ricard Milles (nulis mereknya saja saya tidak bisa, apalagi membelinya) oleh wakil rakyat dari negara dunia ketiga ini pasti akan membingungkan dinas intelijen Amerika CIA. “Indonesia itu sebenarnya negara miskin, atau kaya, atau negara apa?” Kira-kira seperti itu pertanyaan CIA. Jadi ini mirip dengan oparasi penyesatan ala Overlord yang sanggup membuat bingung jenderal-jenderal Nazi, “Amerika dan konco-konconya itu mau mendarat di mana? Di sini atau di situ?”
Tetapi, apapun itu, lihatlah hasilnya. Tanpa perlu presentasi, tanpa perlu cuap-cuap layaknya orang MLM, dan hanya dengan modal merendahkan diri Pak Setya dan juga Pak Fadli telah mampu menarik investasi asing ke Cigombong. Ini yang harus diteladani oleh Pak Jokowi. Sekali lagi, yang dilakukan Pak Setya dan Pak Fadli adalah merendahkan diri, dan bukan mempermalukan diri, apalagi mempermalukan negara dan bangsa.  
Sebagaimana Pak Setya dan Pak Fadli yang terhormat, Pak Jokowi juga jangan marah kalau dikata-katai sebagai antek asing. Biarkan saja kalau kader dakwah warga negara Turki mengata-ngatai Pak Jokowi sebagai antek asing aseng asong freemason, illuminati, yahudi, zionis, komunis, atau penyanyi antek CB. Pak Jokowi harus menghiraukan itu semua. Dan harus berpikir sekelas Pak Fadli yang sanggup mendatangkan investasi asing ke Cigombong.

13 Alasan Saya Tidak Setuju Jokowi Jadi Presiden

Sudah beberapa tahun negara ini pro kontra mengenai Joko Widodo ( mantan walikota solo dua kali dan gubernur DKI dengan waktu jabatan tersingkat ) atau yang biasa disapa dengan Jokowi, untuk menjadi calon presiden dari PDIP cukup banyak menghiasi timeline baik di media sosial ataupun headline media cetak.Namanya benar-benar secepat kilat mendunia.


Di wall pribadi saya pun juga beberapa kali saya tampilkan link-link berita yang cenderung kontra (tidak setuju) dengan berita pencapresan Jokowi tersebut. Dan karena seringnya saya menuliskan link-link tersebut sampai ada yang menilai bahwa saya menjadi Jokowi Haters, hehehe...

Uuuuupppss, jangan salah menilai dulu tanpa tahu sebab musababnya. Jauh sebelumnya sesungguhnya saya justru fans berat Jokowi. Terlebih lagi ketika dulu booming-boomingnya Mobil Esemka yang sempat di-endorse oleh Pak Jokowi, dan digadang-gadang akan dijadikan sebagai proyek mobil nasional.

Wooooww, langsung saja hal itu membuat saya termehek-mehek. Berbagai berita tentang Jokowi selalu saya ikuti. Cerita kesuksesannya di Solo yg legendaris dengan memindah ratusan bahkan ribuan PKL itu menjadi salah satu kisah yang menarik. Hingga akhirnya Jokowi akan maju sebagai Cagub DKI pun ada rasa bangga.

"Wah kapan lagi DKI bisa 'diperbaiki' oleh anak daerah yang berprestasi?", itu pikiran saya dulu. Harapan besar agar Jokowi bisa menang dalam Pilgub DKI sangat menggodaku untuk menularkan virus Jokowi ini. Video kampanya Tim Jakarta Baru yang bisa dilihat di Youtube dan berdurasi sekitar satu jam-an itu juga saya download dan saya lihat berkali-kali tanpa bosan. Dalam benak pikiran saya pun mengatakan : "Nah, sepertinya ini pemimpin yang ideal yang bisa memperbaiki Jakarta".

Bahkan di twitter, akun @triomacan2000 yang saat putaran pertama sangat memuja-muja Jokowi dan di putaran kedua berbalik arah menyudutkan Jokowi pun bisa membuat saya muak. "Ah, Pak Jokowi tuh nggak seperti yang di-tweet-kan @triomacan2000 itu"

Itu dulu. Sekali lagi, itu dulu. Beda dengan sekarang...

Setelah akhirnya Jokowi bisa duduk manis sebagai Gubernur DKI, dipercaya dan diberikan amanah oleh sebagian besar rakyat Jakarta yang berharap banyak Jokowi bisa mengabdikan diri buat Jakarta, ternyata belum ada 2 tahun masa jabatannya Jokowi sudah mulai 'berulah'. Mulai melirik rumput yang lebih hijau yaitu dengan menjadi Calon Presiden RI.

Hingga akhirnya memang Megawati berbesar hati memberikan mandatnya untuk mencalonkan Jokowi sebagai calon presiden dari PDIP. Dan siapa sangka, justru hal inilah yang akhirnya justru membuat saya yang dulu termehek-mehek sama Jokowi jadi antiklimaks, tidak respek sama sekali.

Tentu saja menjadi tidak respeknya saya terhadap Jokowi itu bukannya tanpa alasan. Ada banyak penyebabnya yang mengakibatkan saya menjadi tidak respek tadi. Dan tidak respeknya itupun juga sambung-menyambung sejak mengendorse Esemka hingga menjabat sebagai Gubernur DKI dan diberi mandat sebagai capres oleh Megawati.

Setidaknya saya mencatat ada 13 hal yang menyebabkan saya yang dulunya termehek-mehek sama Jokowi akhirnya menjadi antiklimaks menjadi tidak respek lagi. Sekali lagi yang saya catat dan saya tuliskan ini adalah berdasarkan sisi penglihatan saya sebagai orang awam, Anda boleh saja setuju ataupun tidak setuju. Kalaupun Anda tidak setuju ya itu adalah hak Anda, tidak perlu berdebat kusir, silakan saja membuat tulisan Anda sendiri dengan argumen Anda sendiri. Simpel.

Oke, tidak perlu berlama-lama, yuk kita bahas 13 hal yang menjadi alasan mengapa saya tidak setuju Jokowi untuk jadi presiden yaitu :

1. Mendongkrak Popularitas Dengan Mendompleng Esemka

Mau tidak mau, setuju tidak setuju, pamor Jokowi di perpolitikan tingkat nasional dimulai ketika muncul berita Walikota Solo (saat itu dijabat Jokowi) menggunakan mobil esemka, yang diklaim sebagai hasil karya anak bangsa. Bahkan gak tanggung-tanggung impian memiliki mobil nasional seakan menjadi didepan mata.

Bahkan saking hebatnya dan menjadi lebih populer lagi, Jokowi merencanakan kalo mobil esemka akan dijadikan mobil dinas walikota dan wakil walikota solo. Bangga menggunakan mobil karya anak negeri, kira-kira begitu. Dan bisa ditebak, masyarakat yang mengikuti berita tersebut langsung jatuh cinta. Baru kali ini ada walikota yang membela produk lokal, dan bahkan akan menggunakannya sebagai mobil dinas..!! Kesan yang tampak di masyarakat sudah pasti adalah sebuah figur pemimpin yang sederhana dan pro rakyat. Kesan sebagai pejabat yang biasa menggunakan fasilitas mewah (termasuk diantaranya mobil dinas) dengan mudah bisa dilepaskan oleh Jokowi.

Sekarang kenyataannya kita pertanyakan lagi komitmennya, benarkah esemka sudah dijadikan mobil dinas walikota dan wakil walikota solo? Sudahkah ada perkembangan sejauh mana proyek esemka menjadi mobil masional itu dilakukan? Anda bisa menilainya sendiri...

Dan dari sini saya pribadi berpendapat, Jokowi telah memanfaatkan Esemka yang diklaim sebagai produk lokal untuk mendongkrak popularitasnya..!! Setelah target popularitas tercapai dan kursi DKI 1 ditangan, esemka hanya tinggal kenangan...

2. Menelantarkan 'Nasib' Esemka

Saat booming-boomingnya Esemka dan ada berita bahwa Jokowi ingin menjadikan proyek mobil nasional, saya langsung terbayang mimpi-mimpi yang hebat terhadap rencana tersebut. Akan membuka banyak lowongan kerja yang baru dan bisa mengurangi pengangguran. Itu sudah pasti.

Perusahaan-perusahaan pengecoran logam bisa dijadikan partner untuk memproduksi spare part-nya, anak-anak lulusan SMK bisa banyak ditampung bekerja, bila bisa berjalan tentu bisa menggerakkan lagi roda perekonomian di Kota Solo, dan masih banyak lainnya.

Namun seperti peribahasa, "Habis Manis Sepah Dibuang", ternyata ada benarnya. Begitu target yang diinginkan sudah tercapai, berhasil meraih popularitas dengan menunggang esemka, dan bisa meraih kursi DKI-1, akhirnya Esemka ditinggalkan begitu saja. Entah, kelanjutan untuk diproduksi massal sebagai mobil nasional bisa jadi hanya sekedar mimpi besar di siang bolong saja.

Nasib beberapa pesanan yang sudah sempat masuk ordernya saat booming itu akhirnya dikerjakan dan disupport habis sama Jokowi atau tidak, itu juga menjadi tanda tanya besar. Hal ini menjadi salah satu alasan yang menyebabkan saya menjadi tidak respek dengan Jokowi lagi. Memberi harapan kepada sesuatu (dalam hal ini Esemka dan Pak Sukiyat) namun tidak direalisasi, bahkan malah cenderung ditelantarkan.

3. Mudah Mengkhianati Amanah Yang Telah Diberikan Oleh Rakyatnya

Bila diberi amanah maka dia berkhianat. Saya ingat sekali dengan kata-kata itu, yang sering dijadikan bahan khutbah atau disampaikan dalam pelajaran agama. Ini bukan hal yang sepele dan ringan. Ini masalah tanggung jawab yang besar seseorang terhadap Tuhannya..!!

Ya, kita tahu bahwa Jokowi telah menjadi Walikota Solo 2 periode. Yang pertama diselesaikan dengan sempurna. Yang kedua, belum selesai masa jabatannya sudah lompat pagar menjadi Gubernur DKI. Dan sekarang sudah jadi Gubernur DKI, belum selesai masa jabatannya sudah mau lompat lagi menjadi calon presiden..!!

Ckckckckck... Kok ya bisa, semudah itu untuk mengkhianati amanah yang telah diberikan oleh rakyat kepadanya?

Untuk kasus yang di Solo ke Jakarta waktu itu saya masih berusaha untuk menerimanya. "Ah gak papa, toh yang periode pertama sudah selesai sampai akhir masa jabatannya, dan yang periode yang kedua pak wakil walikotanya sudah paham dengan cara kerja walikota". Itu pendapat saya dulu.

Lha, sekarang kok terjadi lagi. Belum selesai masa jabatannya, baru juga 1.5 tahun menjabat sebagai Gubernur DKI, lha kok sudah mau lompat lagi menjadi calon presiden? Sungguh tingkah yang dimata saya tidak profesional. Apakah tidak berpikir bahwa rakyat Jakarta memilihnya dalam Pilgub DKI itu tentu mereka memiliki harapan yang besar bahwa dalam 5 tahun kepemimpinannya bisa membawa perubahan yang signifikan untuk Jakarta. Pilgub yang di biayai menggunakan uang rakyat dan jumlahnya milyaran seakan-akan tidak dihiraukan lagi.

Tidak ingat lagi bahwa Jokowi dipilih oleh rakyat, dan rakyat memberikan amanahnya untuk menjadi pemimpinnya. Semudah itukah mengkhianati amanah yang sudah diberikan oleh rakyat yang sudah banyak berharap agar pemimpinnya bisa memberikan yang terbaik kepada rakyatnya hingga selesai akhir masa jabatannya?

Hmmmm, silakan Anda pikirkan sendiri, kalo saya yang pasti gemas..!

4. Tidak Berjiwa Nasionalis

Coba Anda telusuri berita-berita yang heboh mengenai monorel jakarta dan bus transjakarta. Kira-kira monorel yang dipakai serta bus transjakarta yang dipesan itu hasil produksi dari mana?

Jawabannya satu : Dari CHINA..!!

Ya, monorel jakarta dan bus transjakarta yang digunakan itu adalah produksi dari China. Ini yang saya tidak habis pikir, kenapa kok malah menggunakan produk dari negara lain? Kok tidak menggunakan hadil produksi dari karoseri lokal saja? Biasanya alasannya adalah itu sudah sesuai dengan prosedur tender. Produsen lokal ada yang tidak memenuhi beberapa syaratnya, dan harganyapun lebih mahal. Sedangkan produk yang dari China itu harganya lebih murah.

Hmmmmm.. Kalo menurut saya ini alasan yang diada-adakan. Andai pemimpin yang memiliki jiwa nasionalis tentu akan lebih mementingkan produksi anak bangsa lebih dulu. Kenapa? Sebab uangnya bisa berputar disini, uangnya digunakan untuk membayar jam kerja para buruh disini, uangnya dipakai untuk membayar kesejahteraan saudara sendiri di negeri sendiri. Bukan membayar jam kerja orang lain di negara orang lain..!!

Ada juga berita yang saya baca adalah produk dari China itu harganya lebih murah 50 jutaan per unitnya, kalo sekian ratus atau sekian ribu yang dipesan, harapannya bisa menghemat sekian milyarrrr..!! Eh, tau-tau malah bus yang didapat malah bus rekondisi yang sudah karatan dan rusak..!!

Bahkan dalam beberapa berita juga saya temukan bahwa pemenang tender bus transjakarta itu kantornya saja susah ditemukan. Sekalinya ditemukan, kantornya tidak meyakinkan. Masa ada pemenang tender yang nilainya ratusan milyar kantornya cuma di ruko saja?

Ah entahlah yang jelas disini saya tidak menemukan sisi nasionalisnya Jokowi lagi seperti diwaktu dia mau menggandeng Esemka, dimana aroma jiwa nasionalisnya kental terasa.

5. Bukan Contoh Pemimpin Yang Gentleman

Masih teringat jelas ketika 'the busway gate' rame jadi berita, baik di media online atau media cetak. Dalam kacamata saya, dengan munculnya pemberitaan kasus 'the busway gate' ini sangat jelas sekali membuktikan bahwa Jokowi bukanlah contoh pemimpin yang gantleman?

Pasti Anda akan bertanya, Apa alasannya?

Oke. Skandal bus transjakarta yang menggunakan dana milyaran itu ternyata bermasalah. Budget pembelian busway untuk setiap bus-nya diatas angka 3 milyar. Sekali lagi budgetnya adalah lebih dari 3 Milyar per bus. Bahkan dalam sebuah berita ada yang menyebut kalau Ahok menginginkan bisa mendapatkan bus yang kualitasnya selevel volvo atau mercedes. Namun pada kenyataannya ternyata malah mendapatkan bus dari China yang rekondisi dan sudah berkarat pula.

Dalam kasus ini Kadis Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, menyatakan bahwa terjadinya kerusakan (berkarat)-nya busway yang diimpor dari China tersebut karena terkena percikan air laut pada saat proses ekspedisi ke Indonesia. Jelas saja menurut saya ini adalah sebuah alasan yang sangat tidak masuk diakal. Mana bisa bus yang saat pengiriman tersebut berada di dalam kapal, tapi masih juga terpercik air laut? Hehehe...

Alih-alih langsung dengan gentleman mengklarifikasi kejadian sesungguhnya, dengan gentle minta maaf atau mengambil tanggung jawab anak buahnya itu, tetapi malah mencari cari kesalahan dan kambing hitam. Hingga akhirnya berujung mutasi jabatan si Kadis Perhubungan tersebut. Bukannya seharusnya untuk proyek yang nilainya milyarnya, terlebih pengadaan barang, semua spesifikasinya akan disebutkan dengan jelas dan lengkap? Harusnya antara Kadis dan Gubernur akan tahu semuanya. Apabila ternyata tertulisnya adalah produk yang berkualitas selevel volvo atau Mercedes namun akhirnya hanya dibelikan bus China, sudah pasti ini ada hal yang salah.

Nah, dimata saya pribadi langkah memutasi Pak Kadis karena dianggap bersalah dalam kasus ini tentu bukan hal yang baik. Akan lebih baik jika Jokowi langsung mengambil alih tanggung jawab. Mengakui ada kesalahan. Mengakui bahwa (barangkali) ada yang gak bener dalam proses pengadaannya, dan minta maaf. Bukan malah mencari kambing hitam..!!

6. Lebih Mementingkan Mandat atau Kepentingan Partai

Dulu saya berpikir bahwa Jokowi orangnya tegas dan sulit diintervensi oleh partainya bila berhubungan dengan pekerjaan. Maksudnya akan lebih mengutamakan pekerjaannya sebagai Gubernur dulu daripada untuk kepentingan partainya. Namun ternyata dugaan saya itu salah. Salahnya saja salah besar..!!! Ternyata Jokowi lebih mementingkan mandat adat kepentingan partai daripada kepentingan rakyat yang telah memberikannya amanah untuk menjadi pemimpinnya.

Rame-rame ada pemilihan gubernur di Jawa Barat dan diminta untuk 'jualan' di Jawa Barat ayuuuuukk..

Rame-rame ada pemilihan gubernur di Jawa Tengah dan diminta untuk 'jualan' di Jawa Tengah ayuuuuuukk...

Rame-rame ada pemilihan gubernur di Sumatra Utara dan diminta untuk 'jualan' di Sumatra Utara ayuuuuuuukk...

Saat jam kerja diajak ziarah ke makam Bung Karno di Blitar, ayuuuuuuuuukk...

Saat jam kerja sowan ke Gus Mus di Rembang, okeeeeeeee...

Hmmmmm, hal-hal sepele seperti ini yang akhirnya malah membuat ilfil. Pemimpin yang seolah-olah tidak ada wibawanya sama sekali. Sedikit-sedikit 'sendhiko dhawuh' sama perintah partai...

Padahal seharusnya sebisa mungkin seorang pemimpin itu mengedepankan kepentingan rakyatnya terlebih dahulu yang sudah memberikan amanah kepadanya. Okelah gak perlu munafik, partai juga perlu, tapi mbok ya diatur waktunya dengan baik dan elegan. Gunakanlah waktu diluar jam kerja untuk mengurusi partai. Atau gunakan hari libur untuk kepentingan partai. Jadi ketika melihat Jokowi dengan mudahnya diatur-atur partai untuk kepentingan partainya dulu, dari situ pula respek saya ke Jokowi mulai pudar.

Hal ini bertolak belakang dengan Ahok, Wakil Gubernurnya. Meskipun sama-sama berangkat sebagai kader partai dan berbeda partai, Ahok lebih bisa mengedepankan kepentingan rakyatnya dulu dibanding partainya.

7. Berbohong Dengan Memainkan Sandiwara Politik

Masih ingatkah Anda jauh-jauh hari sebelum mandat pencalonan presiden oleh Megawati dibacakan? Setiap kali ditanya oleh wartawan soal peluang Jokowi akan maju sebagai calon presiden ada beberapa jawaban yang selalu diberikan.

"Copras Capres Copras Capres ......."

"Nggak Mikir... Nggak Mikir... Nggak Mikir..."

"Tiap hari mikirin banjir, macet, PKL, lha kok suruh mikir copras capres..."

"Jokowi itu komitmen..!"

Bahkan dalam kampanyenya dalam pilgub dulu, "Jokowi itu komitmen, tidak akan tergoda capres-capresan". Sandiwara itu tersaji dengan apik dan sempurna. Rakyat disajikan sandiwara yang diperankan oleh seseorang yang kelihatannya lugu namun ternyata juga menyimpan ambisi terpendam yang luar biasa. Lengkap sudah.

Dengan komentarnya yang "Nggak Mikir... Nggak Mikir... Nggak Mikir..." itu rakyat, lebih khususnya rakyat Jakarta, dibuat 'bingung'. Disatu sisi, Jokowi ini memang bener-bener nggak mikir menjadi calon presiden ataukah saat ini masih belum mikir tapi nanti tetep mau juga menjadi calon presiden.

Selama Jokowi masih menjawab "nggak mikir.. nggak mikir.." itu setidaknya Jokowi mungkin masih bermaksud 'ngedem-ngedemke' atine rakyat Jakarta. Nggak mungkinlah Jokowi meninggalkan rakyat Jakarta yang sudah memberinya amanah untuk menjadi pemimpinnya.

Namun apa mau dikata, ternyata sekuel demi sekuel sandiwara politiknya itu terjawab sudah. Ternyata jawaban "nggak mikir.. nggak mikir.." itu hanyalah isapan jempol saja. Kenyataannya akhirnya 'takluk' dengan menerima atau mau melaksanakan mandat Megawati daripada melaksanakan mandat rakyat yang memilihnya.

Poin ini tentu menjadi krusial. Bukan menjadi contoh yang baik apabila ternyata pemimpinnya malah mengajarkan berbohong dan memainkan sandiwara politik demi ambisi partai ataupun ambisi pribadi. Inilah salah satu poin yang membuat saya menjadi kehilangan respek kepada Jokowi.

8. Hanya Menjadi Wayang atau Boneka Saja

Pada poin ini lebih ditekankan pada ketegasan seorang pemimpin yang wajib memiliki integritas dan bebas dari intervensi kepentingan seseorang atau kepentingan kelompok/partai. Di media sosial banyak sekali yang menyoroti tentang hal ini, yaitu apabila Jokowi terpilih menjadi presiden mendatang dikhawatirkan hanya akan menjadi simbol atau boneka saja. Dimana yang menjadi dalang atau 'presiden' sesungguhnya adalah orang yang memiliki kepentingan dibaliknya..!!

Salah satu hal yang masih saya ingat adalah ketika rame-rame pilgub DKI tempo hari itu. Katanya Jokowi didanai oleh seorang konglomerat. Milyaran rupiah digelontorkan untuk mendanai kampanye Jokowi. Dan singkat kata Jokowi terpilih menjadi Gubernur. Seiring berjalannya waktu, proyek monorel Jakarta akhirnya akan dilanjutkan lagi. Siapa yang mendapatkan proyeknya itu? Anda pasti tahu. Yang jelas Grup Bukaka-nya Jusuf Kalla kalah dalam proyek ini.

Mungkin bisa kita otak atik gathuk lagi. Sebelum mandat pencalonan presiden Megawati kepada Jokowi dibacakan, Megawati masih belum sepenuhnya ikhlas untuk melepaskan peluang menjadi calon presiden itu kepada Jokowi. Diluar alasan memutus mata rantai trah Soekarno di PDIP, dalam internal PDIP menggadang-gadang akan mencalonkan seorang jendral yang akan menjadi calon presidennya.

Stop sampai disini dulu. Lalu, beberapa hari sebelum pembacaan mandat itu, Megawati menemui puluhan pengusaha etnis China, yang tentu saja dimintai untuk peran sertanya demi kesuksesan PDIP dalam pemilu tahun ini. Entah kenapa, tidak berselang lama mandat itu dibacakan oleh Megawati. Dan sesaat setelah pembacaan mandat, Jokowipun menerima dan siap melaksanakan mandat tersebut.

Hebatnya, begitu pembacaan mandat dan Jokowi menerima mandat, tiba-tiba direspon positif oleh pasar. Indeks IHSG naik dan nilai tukar dollar juga naik.

Terbacakah oleh Anda benang merahnya itu? Wallahu 'alam..

Yang jelas saya takut andaikata Jokowi menjadi presiden dan akhirnya hanya menjadi presiden boneka saja.

Kalo saya, daripada jadi presiden boneka, mending jualan boneka aja. Ini lagi laris-larisnya jualan Boneka Teddy Bear dan Boneka Pinokio...

9. Berpolitik Balas Budi

Banyak pemberitaan yang membahas tentang hal yang satu ini, yaitu secara tidak langsung Jokowi menjalankan politik balas budi. Dan yang paling sering dihubung-hubungkan adalah mengenai pembangunan monorel Jakarta. Saat maju pemilihan DKI-1, Jokowi seringkali dihubung-hubungkan dengan nama salah satu konglomerat, yang turut membantu kesuksesan Jokowi maju dan memenangkan pertarungan DKI-1. Milyaran rupiah digelontorkan oleh si konglomerat itu agar Jokowi bisa terpilih menjadi DKI-1.

Namanya mengeluarkan duit, apalagi dalam jumlah milyaran, tentu saja tidak bisa gratis begitu saja. Masak udah membantu puluhan milyar, trus duitnya gak pengen balik lagi? Halpir mustahil...

Dan begitu kursi DKI-1 sudah ditangan, ternyata dugaan itu mendekati kebenarannya. Proyek Jakarta Monorel dinyatakan oleh Jokowi untuk dilanjutkan lagi, dan yang memenangkan proyek itu Anda pasti juga bisa menebaknya. Yang jelas Pak Jusuf Kala dengan Grup Bukakanya kalah, dan tiang-tiang pancang yang sudah dibangun oleh Adhi Karya yang seharusnya dibayar ganti ruginya oleh pemenang tender Jakarta Monorel itu nasibnya sampai sekarang masih terkatung-katung.

Nah ini yang bisa menjadi sebuah preseden buruk, dimana bila ada pimpinan melakukan politik balas budi, atau politik transaksional semuanya akan menjadi kurang baik. Dan memang seharusnya calon presiden atau calon pemimpin yang biasa melakukan politik balas budi seperti ini tidak bisa menjadi contoh yang baik. Selagi ada calon pemimpin atau calon presiden yang berani menolak melakukan politik balas budi, maka lebih baik memilih pemimpin yang tegas seperti itu.

10. Melakukan Pencitraan Yang Menguntungkan Saja

Pada poin ini sebenarnya saya juga ingin tersenyum dulu, kenapa? Sebab menurut saya pribadi, Jokowi cerdas dan cerdik memainkan pencitraan yang menguntungkan saja, pencitraan yang bisa membuat namanya jadi harum. Ada dua hal yang ingin saya bandingkan disini, yaitu saat Jokowi mendapatkan hadiah gitar dari salah satu personel grup band ternama dunia dan satunya lagi ketika rame-rame ada pemberitaan busway yang karatan.

Dari dua kasus tersebut, Jokowi tahu persis mana yang bisa dimainkan agar namanya jadi lebih harum dan mana yang malah menjadi bumerang. Begitu menerima hadiah gitar, tidak pakai lama, saat itu Jokowi langsung berinisiatif untuk memberikan gitar tersebut ke KPK. Jokowi takut nanti dianggap melanggar aturan mengenai pejabat yang menerima gratifikasi. Dan ternyata benar, pemberian gitar tersebut oleh KPK dianggap sebagai gratifikasi dan oleh karenanya gitar tersebut diambil dan menjadi milik negara.

Pada kasus ini jelas, nama Jokowi begitu harum namanya kan? Orang akan berpikir, "Wah, seorang pemimpin diberi hadiah gitar oleh sebuah grup band terkenal tapi malah diserahkan ke KPK, agar tidak dianggap KKN." Seolah-olah akan banyak yang berpikir, "Oh, Jokowi hebat, tidak bisa 'disuap-suap', disuap aja gak mempan, pasti dia juga gak mungkin korupsi" Itu salah satu hal yang muncul dalam benak pikiran saya ketika mencermati kejadian pemberian gitar yang akhirnya diberikan kepada negara itu. Stop sampai disini dulu.

Sekarang dibandingkan dengan adanya masalah yang kedua. Ketika terjadi ramerame berita busway yang rusak dan karatan, padahal baru saja dibeli, kenapa Jokowi tidak segera melakukan tindakan yang sama? Segera laporkan ke KPK dan biar secepatnya diusut tuntas dan jelas masalahnya..!! Apakah itu sebuah kebetulan??? Yang jelas dimata saya pribadi, Jokowi terlalu cerdik, memilih kasus mana yang bisa membuat citranya positif dan harum serta kasus mana yang nanti malah menjadi bumerang.

Itu setidaknya menurut kacamata saya. Entah lagi jika Anda punya pemikiran yang lain.

11. Tidak Memiliki Visi Misi Yang Jelas Terarah dan Terukur

Namanya sudah diajukan menjadi calon presiden, sudah barang tentu sudah memiliki grand design, bagaimana visi misi yang akan dia inginkan ketika nanti benar-benar terpilih menjadi presiden. Namun saat ditanyai mengenai visi-misi ini tidak secara jelas Jokowi menjawabnya. Malah memberikan jawaban yang aneh, yaitu dia masih fokus untuk mengurusi pemilu legislatif lebih dulu. Belum terlalu memilirkan pemilu presiden dan wakil presiden..!!

Wuaaaaaa...!!! Pemimpin macam mana ini, sudah mau maju menjadi calon presiden tapi ketika ditanyain mengenai visi misi malah tidak bisa menjawab visi misinya... Setidaknya, seorang calon presiden itu akan memiliki gambaran apa-apa saja yang akan dilakukannya nanti. Misalnya saja :

Dalam birokrasi akan melakukan apa...

Dibidang ketahanan pangan akan melakukan apa...

Dibidang ketahanan energi akan melakukan apa....

Dibidang kebudayaan akan melakukan apa...

Dibidang pendidikan akan melakukan apa...

Dibidang kesehatan akan melakukan apa...

Dan seterusnya...

Atau jangan-jangan, visi misi yang jadi titipan 'beking'-nya atau 'dalang'-nya belum juga disiapkan? Ah mbuhlah...

12. Belum Memiliki Prestasi Kerja Mengatasi Problem-Problem Negara

Para pembela Jokowi yang setuju Jokowi maju sebagai calon presiden biasanya adalah : "Jokowi akan lebih mudah membereskan masalah Jakarta kalau dia menjadi presiden, sebab bisa dengan cepat mengambil keputusan". Atau kadang ada juga dengan argumen : "Kalo Jokowi jadi presiden, yang untung bukan cuman Jakarta, tapi seluruh rakyat Indonesia..!"

Mendengar argumen seperti itu kadang saya cuman tertawa dalam hati, entah bagaimana bisa menggunakan logika seperti itu. Sedangkan saya justru berpikir terbalik, "Ngurusin Jakarta yang luasnya masih seper berapanya bangsa ini saja masih belum terlihat hasilnya, kok mau loncat-loncat pekerjaannya mengerjakan tugas yang lainnya..!!"

Jadi presiden nanti bukan saja menyelesaikan problematika Jakarta yang ditinggalkan saja, tetapi juga mengurusi Aceh, Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, Balikpapan, MAkassar, Ambon, hingga Papua. Semuanya memiliki problematika sendiri-sendiri dan berbeda-beda cara penyelesaiannya. Kalo prestasinya hanya sekedar seputar mengatur/merapikan PKL, bikin kartu sehat, bikin kartu pintar, ngusir topeng monyet dan itu langsung di copy paste ke daerah-daerah lain, itu bukan sebuah prestasi yang membanggakan. Mengapa? Mengurus negara itu jauh lebih kompleks dari sekedar hal-hal itu. Dan menurut saya belum ada prestasi yang hebat yang bisa dijadikan bukti nyata untuk meyakinkan saya.

Contoh saja.. Mengatasi masalah ketahanan energi.. Membangun infrastruktur (bandara, pelabuhan, jalan tol, dll).. Mengurusi masalah ketahanan pangan.. Mengurusi mengenai pertanian/peternakan.. Mengurusi kesehatan masyarakat.. Mengurusi ketahanan negara..

Dan lain sebagainya, masih banyak lagi.. Dimata saja, belum ada prestasi-prestasi yang ditorehkan oleh Jokowi yang bisa 'dipamerkan' menghandle problem-problem negara yang jauh lebih besar. Kita sebagai calon pemilih tentu saja serasa berjudi andaikata menyerahkan amanat kepada seorang pemimpin yang ternyata belum teruji kapasitasnya mengatasi atau menyelesaikan problematika negara yang beraneka ragam itu.

13. Sebab Dicalonkan Oleh PDIP

Untuk alasan yang terakhir ini saya agak subyektif. Ya karena ini tulisan hasil penglihatan dan analisa saya, maka saya tetap mencantumkannya. Alasan saya yang ke-13 adalah, saya kurang setuju Jokowi menjadi calon presiden sebab dia dicalonkan melalui  PDIP.

Mengapa saya kurang setuju Jokowi dicalonkan sebagai calon presiden dari PDIP? Sebab, dalam banyak pemberitaan banyak disebutkan rekam jejak kinerja partai ini dimasa lalu cukup memprihatinkan. Bahkan dalam minggu-minggu terakhir ini di media sosial dengan hashtag #MelawanLupa, banyak dituliskan rekam jejak kinerja partai ini dimasa lalu.

Coba saya tuliskan #MelawanLupa yang ramai dibahas di media sosial itu: Ibuku sayang..

1. Dulu kau jual satelit negara kami ke Singapura melalui jualan Indosat dengan murah, sehingga kita dimata-matai negara tetangga. #?MelawanLupa

2. Dulu kau jual aset-aset kami yang dikelola BPPN dengan murah (hanya 30% nilainya) ke asing. #MelawanLupa

3. Dulu kau jual kapal tanker VLCC milik Pertamina lalu Pertamina kau paksa sewa kapal VLCC dengan mahal. #MelawanLupa.

4. Dulu kau jual gas Tangguh dengan murah (banting harga) ke China (hanya $3 per mmbtu), lalu sekarang kau teriak2 selamatkan Migas. #MelawanLupa.

5. Dulu kau buat UU Outsourching yg merugikan kaum buruh wong cilik, sekarang kau koar2 atas nama buruh dan wong cilik. #MelawanLupa.

6. Dulu kau berikan SP3 dan SKL untuk bandit2 BLBI pencuri uang rakyat. #MelawanLupa.

7. Sekarang, kau ngomong lagi soal nasionalisme, setelah kader-kader mu terbukti paling banyak yg tersangkut korupsi. #MelawanLupa.

8. Dan sekarang, untuk mengkatrol suara dan citramu yang terpuruk, kini kau mengumpankan si "Kotak2". #MelawanLupa.

9. Dulu kau berhutang triliunan rupiah hanya utk menyelamatkan bandit2, sekarang kau juga didukung bandit2 utk naekkan bonekamu. #MelawanLupa.

10. Dulu kau bilang kau dikhianati SBY, skrg kau khianati Prabowo. #MelawanLupa.

11. Dulu kau ngambek krn tdk menang lawan SBY, skrg kau jumawa dan sombong meski belum menang. #MelawanLupa.

12. Kau lupakan korban 27 juli yg tdk lain kader2 mu, setelah itu kau berkoalisi bersama org yg menjadi salah satu aktornya dan kini kau ungkit2 lagi dosa org tersebut. #MelawanLupa.

13. Dulu kau pecat pa Kwik yg mencoba membela dan mempertahankan aset negara. #MelawanLupa.

14. Dulu kau hanya bisa diam dan membiarkan negeri ini dlm mode autopilot. #MelawanLupa.

Sungguh woooooooww sekali, dan saya serasa diingatkan lagi untuk #MelawanLupa itu...

Lalu apakah sesungguhnya apa yang menjadi kriteria saya andaikata Jokowi layak dicalonkan menjadi presiden? Saya Setuju Jokowi Jadi Presiden Kalau...

1. Menyelesaikan amanah dan janji-janjinya untuk rakyat Jakarta hingga selesai masa jabatannya..

2. Dicalonkan oleh partai yang memiliki track record yang baik (atau yang paling baik diantara yang buruk)..

3. Bebas intervensi dan bebas politik balas budi..

4. Memihak kepentingan nasional (nasionalis)..

5. Memiliki visi misi pembangunan kedepan yang dahsyat namun realistis untuk diwujudkan..

6. Memiliki track record prestasi menyelesaikan problematika dalam sekup yang lebih besar..

7. Tidak mementingkan pencitraan, tetapi mementingkan prestasi dan kerja nyata..

8. Tidak mudah disetir oleh kepentingan partai atau kelompok tertentu..

9. Menjadi pemimpin yang gentleman dan berani mengambil tanggung jawab tanpa mencari kambing hitam..

10. Tidak menjadi pemimpin boneka..

Nah, sampai disini semoga Anda bisa memahami dan mengerti berbagai macam pertimbangan yang akhirnya membuat saya yang dulu 'jatuh cinta' dengan Jokowi akhirnya malah berbalik arah menjadi tidak respek dengan beliau. Bukan karena benci, sama sekali tidak.

Hanya merasa kasihan saja andaikata ternyata Jokowi itu hanya dimanfaatkan untuk kepentingan orang lain atau pihak lain yang ingin mengambil keuntungan dibalik pencalonan Jokowi tersebut. Bahkan sayapun juga masih berharap, andaikata Jokowi memenuhi 10 kriteria yang saya dituliskan diatas, saya mau untuk mendukung Jokowi menjadi presiden.

Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan pertimbangan Anda. Tidak ada paksaan dari saya untuk Anda tidak memilih Jokowi, sama sekali tidak. Anda punya jagoan sendiri ya monggo, begitu pula saya.. Dan Anda juga tidak harus mengikuti dan setuju dengan pendapat yang saya kemukakan disini. Bila Anda memiliki pendapat sendiri, silakan berpendapat, silakan menulisnya, dan dengan senang hati nanti saya juga akan ikut membacanya.. Salam Pemilu Cerdas, Pemilu Pintar...!!